
SEMARANG, PKS JATENG Online – Dalam momentum peringatan Hari Kartini, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah melalui Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) menggelar kegiatan Diklat Sekolah Keluarga pada hari Sabtu, (25/04/2026) di hotel Candi Indah, Kota Semarang.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret menjawab berbagai tantangan sosial yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya dalam institusi keluarga.
Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari ikhtiar strategis membangun ketahanan keluarga sebagai fondasi bangsa.
“Ini bukan hanya kegiatan biasa, tetapi momentum penting karena bertepatan dengan Milad PKS ke-24 dan semangat Hari Kartini,” ujarnya.

Ia menyoroti bahwa tantangan keluarga saat ini semakin kompleks. Data menunjukkan terdapat lebih dari 64 ribu kasus perceraian dalam setahun di Jawa Tengah, dengan penyebab yang tidak semata-mata faktor ekonomi. Selain itu, problematika generasi muda juga semakin mengkhawatirkan, di mana survei menunjukkan sekitar 21% pelajar tingkat SMP telah terpapar perilaku seks bebas.
Menurutnya, kondisi ini menuntut peran serius keluarga sebagai benteng utama.
“Dalam keluarga, kita harus mampu menyeimbangkan antara raja’ (harapan) dan khauf (kekhawatiran). Tantangan terbesar kita adalah menyelamatkan keluarga dari azab di akhir” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam keluarga, meneladani sosok Khadijah binti Khuwailid sebagai figur konselor, entrepreneur, sekaligus penguat keluarga.
“Ibu adalah madrasatul ula. Ketika ibu kuat, maka keluarga kuat. Dan ketika keluarga kuat, maka bangsa akan kokoh,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hadi Santoso juga mendorong lahirnya lebih banyak perempuan yang berkiprah di ruang publik, termasuk dalam parlemen, sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan berbasis ketahanan keluarga.
Menguatkan pernyataan tersebut, Ketua BIPEKA DPW PKS Jawa Tengah, Titik Kristiana Anggraini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata memaknai semangat Kartini di era modern.
“Kegiatan Diklat Sekolah Keluarga ini kita selenggarakan dengan mengusung tema ‘Semangat Kartini, Meningkatkan Kualitas Perempuan dan Keluarga, Berkontribusi untuk Bangsa’. Ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban melalui keluarga,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa perempuan perlu terus meningkatkan kapasitas diri, tidak hanya dalam ranah domestik tetapi juga sosial.
“Perempuan harus terus belajar, menguatkan diri, dan mengokohkan keluarga dengan penuh cinta. Dari perempuan yang berkualitas akan lahir keluarga berkualitas, dan dari keluarga yang kuat akan hadir solusi bagi bangsa,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, BIPEKA juga meluncurkan Buku RKI dan Buku Kurikulum Pendidikan Keluarga. Buku tersebut diharapkan menjadi panduan sekaligus gerakan kolektif untuk membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan sejahtera.
Titik juga menambahkan bahwa PKS secara konsisten menunjukkan keberpihakan terhadap isu keluarga, terbukti dengan penghargaan yang diraih oleh Fraksi PKS Pusat sebagai fraksi peduli kebijakan ketahanan keluarga.
“Sekecil apa pun aksi yang kita lakukan, jika itu menjadi solusi bagi masyarakat, maka itu adalah kontribusi yang sangat berarti,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BIPEKA berharap akan lahir para penggerak yang tidak hanya memahami konsep ketahanan keluarga, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata di tengah masyarakat.
Dengan semangat Kartini yang terus relevan sepanjang zaman, Diklat Sekolah Keluarga ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan kolektif untuk memperkuat keluarga Indonesia sebagai pilar utama kemajuan bangsa.
nabastala
Baca juga artikel lainnya disini.