
SRAGEN, PKS JATENG Online — Ketidakpastian ekonomi menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berani membaca perubahan dan menyiapkan langkah baru. Kesadaran inilah yang menjadi salah satu fokus Business Incubation yang digelar Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif (BOEMKRAF) DPD PKS Sragen di Ruang Tumbuh DPD PKS Sragen, Ahad (20/9/2026).
Sebanyak 32 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari kader senior hingga kader-kader muda PKS Sragen yang tengah merintis maupun mengembangkan usaha.
Menghadirkan Coach Abi Darwis sebagai pemateri utama, Business Incubation kali ini mengambil tema Business Road Map. Para peserta diajak melihat kembali cara mereka menyusun arah bisnis dan mengambil keputusan di tengah perubahan lingkungan usaha yang berlangsung cepat.
Sekretaris DPD PKS Sragen, Muh. Fuad Aprianto yang juga Konsultan Pendamping UMKM (BNSP), mengatakan penguatan ekonomi kader menjadi semakin penting ketika tekanan ekonomi dirasakan semakin kompleks.
“Kita tidak ingin kader hanya diajarkan bagaimana bertahan dalam kondisi sulit. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka mampu membaca peluang, beradaptasi, kemudian tumbuh,” kata Fuad.

Menurutnya, bisnis membutuhkan arah yang jelas. Namun, arah tersebut tidak bisa dibangun hanya dengan mengandalkan pola pikir dan kebiasaan lama.
Hal inilah yang menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Coach Abi Darwis dalam sesi Business Road Map.
Jangan Membuat Masa Depan dengan Cara Berpikir Masa Lalu
Dalam materi yang disampaikan, Coach Abi Darwis mengangkat sebuah refleksi yang sederhana tetapi mendasar :
“Kegagalan sebuah rencana karena dia membuat rencana masa depan, tetapi dengan pikiran masa lalu.”
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan dalam empat perubahan mendasar yang perlu dimiliki seorang pelaku usaha, menyusun rencana masa depan harus dengan :
Pikiran Masa Depan.
Semangat Masa Depan.
Omongan Masa Depan.
Tindakan Masa Depan.
Bagi peserta, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa roadmap bisnis bukan sekadar dokumen berisi target dan angka. Roadmap membutuhkan perubahan cara melihat peluang, mengambil keputusan, berkomunikasi, dan bertindak.
“Kalau kita ingin mendapatkan hasil yang berbeda di masa depan, maka cara berpikir dan cara bertindak juga harus mulai berubah,” ujar Fuad.
Baca Juga : PKS Peduli Kekeringan di Sukoharjo, Salurkan Tanki Air Bersih
Mempertemukan Pengalaman dan Energi Generasi Baru
Menariknya, Business Incubation tidak hanya diikuti kader yang telah lama berkecimpung dalam aktivitas ekonomi. Sejumlah kader muda juga hadir dan mengikuti proses pembelajaran bersama kader senior.
Komposisi tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman antargenerasi. Pengalaman kader senior dapat menjadi pembelajaran, sementara energi dan perspektif baru kader muda menjadi bagian dari dinamika pertumbuhan ekosistem usaha.
Fuad mengatakan, pengembangan ekonomi kader tidak bisa dilakukan secara instan.
“Kita sedang membangun ekosistem. Ada yang sudah lama berusaha, ada yang baru mulai. Semuanya punya kebutuhan belajar yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama : bagaimana usaha bisa tumbuh dan memberikan dampak bagi keluarga,” jelasnya.
Dari Ruang Tumbuh Menuju Pertumbuhan Nyata
Pemilihan Ruang Tumbuh DPD PKS Sragen sebagai lokasi kegiatan juga merefleksikan semangat yang ingin dibangun : ruang untuk belajar, bertemu, berbagi pengalaman, dan menumbuhkan gagasan baru.
Business Incubation diharapkan tidak berhenti sebagai forum pelatihan satu hari. Para peserta didorong untuk menerjemahkan materi menjadi roadmap bisnis yang lebih konkret dan dapat digunakan sebagai panduan dalam menjalankan usaha.
Bagi BOEMKRAF DPD PKS Sragen, penguatan ekonomi kader merupakan bagian dari ikhtiar membangun ketahanan keluarga sekaligus mendorong lahirnya kader-kader yang memiliki kemandirian ekonomi.
Di tengah ekonomi yang terus berubah, pesan yang dibawa dari Business Incubation hari ini cukup sederhana :
Masa depan tidak bisa dibangun dengan cara berpikir masa lalu.
Karena itu, jika ingin bisnis tumbuh di masa depan, maka pikiran, semangat, omongan, dan tindakan juga harus mulai bergerak menuju masa depan.