SOLO, PKS JATENG Online — Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah bersama Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Melati Harapan menggelar rapat koordinasi strategis di Janaco Resto, Solo, Kamis, 5 November 2026.
Pertemuan ini diselenggarakan untuk menindaklanjuti hasil kegiatan studi tiru ke Koperasi Pro Ibu Bekasi sekaligus merumuskan langkah taktis dalam memajukan sektor perkoperasian dan ekonomi kerakyatan melalui program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK).
Rapat koordinasi ini menghadirkan sinergi yang kuat dengan melibatkan para praktisi dan tokoh yang telah berpengalaman di bidang koperasi, seperti perwakilan dari KSPPS An Najah Pekalongan, KSPPS BMT Mitra Niaga, KSPPS BMT Melati Harapan, serta praktisi asal Salatiga yang memiliki latar belakang pengalaman di dunia perbankan.
Baca Juga Artikel Lainnya Disini : BIPEKA DPW PKS Jawa Tengah Melakukan Studi Tiru ke PKS Bekasi
Ketua BIPEKA DPW PKS Jateng, Titik K. Anggraini, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang BIPEKA untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Terkait hal tersebut, Titik menegaskan dalam pernyataan langsungnya “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran program ini mampu menyentuh masyarakat secara langsung, sekaligus sebagai wujud komitmen jangka panjang kita untuk pemberdayaan ekonomi di tengah masyarakat yang sifatnya berkelanjutan”, jelas Titik.

Berdasarkan kesepakatan bersama dalam forum tersebut, tindak lanjut dari acara ini difokuskan pada program rekrutmen anggota koperasi di bawah naungan program PEK BIPEKA dengan mengadopsi sistem yang dimiliki oleh Koperasi Melati Harapan.
Program PEK ini dirancang untuk menyasar kelompok pemberdayaan masyarakat dengan menyediakan fasilitas berupa modal atau pinjaman usaha. Skema penyaluran dana yang diterapkan bersifat qardhul hasan, yakni pinjaman murni tanpa adanya tambahan biaya maupun pengambilan keuntungan (tanpa marjin).
Sementara itu, Ketua Program PEK BIPEKA DPW PKS Jateng, Rita Rhoy Kana, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberdayakan kelompok masyarakat melalui pendanaan yang bersih dari unsur riba demi mendorong kemandirian ekonomi umat. Rita Rhoy Kana menambahkan dalam pernyataan langsungnya. “Melalui program ini, kita ingin memberikan pendampingan dan permodalan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat, di mana sifatnya adalah pinjaman murni tanpa mengambil keuntungan demi memberdayakan ekonomi kerakyatan di daerah”, ucap Rita.
Sebagai tahap awal, program jangka panjang dari BIPEKA ini akan dipusatkan di lima titik wilayah di Jawa Tengah, meliputi Salatiga, Semarang, Kota Pekalongan, Karanganyar, dan Solo.
Dalam struktur kepengurusan dan pendampingannya, program ini dikawal oleh tim khusus yang dipimpin langsung oleh Rita Rhoy Kana selaku Ketua Program PEK, didampingi oleh Birrel Abwenie selaku Wakil Ketua dan Budhy Lestari selaku Sekretaris.
Selain itu, pelaksanaan di lapangan juga akan dibantu oleh pengurus daerah berpengalaman, seperti Rawaida dari Pekalongan dan Asih dari Salatiga.