
BEKASI, PKS JATENG Online — Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah melakukan kunjungan studi tiru ke BIPEKA DPD PKS Kota Bekasi, Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPTD PKS Kota Bekasi ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung pengelolaan Koperasi Syariah Program Indonesia Berdaya Ukhuwah (Pro IBU).
Kunjungan ini ditujukan untuk menyerap tata kelola serta efektivitas Koperasi Syariah Pro IBU yang telah berjalan sukses dan terbukti memberdayakan masyarakat di Bekasi.

Ketua BIPEKA DPW PKS Jawa Tengah, Titik Kristiana Anggraini, mengapresiasi tinggi pola pendampingan dan tingkat kedisiplinan yang diterapkan dalam pengelolaan koperasi syariah tersebut.
“Pemberdayaan serta keterlibatan masyarakat umum di sini sungguh luar biasa. Hal ini tentu membutuhkan ketelatenan dari para pengelolanya. Pendekatan kepada ibu-ibu dilakukan sangat baik, di mana setiap kelompok minimal terdiri dari 10 anggota yang rutin bertemu setiap bulan,” ujar Titik.
Pembentukan Karakter dan Disiplin yang Tekun
Titik menyoroti salah satu tahapan krusial dalam pembentukan karakter anggota, yaitu skema Latihan Waktu Kumpul (LWK).
“Yang sangat menarik adalah adanya tahapan LWK selama lima hari bagi calon anggota. Selama periode ini, mereka tidak boleh izin dan harus hadir tepat waktu. Bahkan, kedisiplinan diajarkan dari hal-hal kecil seperti cara menaruh sandal, yang menjadi cermin dari rasa tanggung jawab,” tambahnya.
Titik menjelaskan, sistem yang dibangun terbukti memberikan manfaat langsung bagi para anggota. Selain memfasilitasi pinjaman usaha mikro sebesar Rp500 ribu hingga Rp2 juta dengan skema cicilan bulanan, koperasi ini juga membiasakan anggota untuk menabung dan berinfak. Setiap pertemuan kelompok pun dilengkapi dengan pendampingan oleh ustadzah melalui pencerahan dan nasihat keagamaan.
Aspek penting lainnya yang digarisbawahi oleh BIPEKA Jawa Tengah adalah keterlibatan keluarga, khususnya peran suami.
“Setiap pencairan dana koperasi harus melampirkan tanda tangan persetujuan suami. Ini poin penting yang harus kita catat: saat ibu-ibu mengajukan pinjaman, para bapak juga harus terlibat, terlebih karena modal tersebut sebagian besar digunakan untuk membantu usaha keluarga,” tegas Titik.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan BIPEKA Jawa Tengah juga menyaksikan simulasi (role play) dari Kelompok Al-Adawiyah yang terdiri dari 10 anggota. Para anggota mampu memperagakan mekanisme kerja kelompok dan menjawab berbagai pertanyaan operasional dengan sangat baik.

Menurut Titik, keberhasilan tata kelola koperasi ini tidak hanya berdampak pada kemandirian ekonomi, tetapi juga terbukti menjadi sarana efektif dalam penguatan basis dukungan politik dan dakwah di tengah masyarakat.
“Struktur pengelola maupun ibu-ibu anggotanya sudah tertata sangat rapi. Koperasi ini menjadi sarana nyata untuk melibatkan ibu-ibu dalam perluasan dakwah sekaligus mengkapitalisasi dukungan suara PKS”ujar Titik.
Harapannya setelah adanya studi ini, Jawa Tengah khususnya bisa merintis dan mencoba untuk memulai hal yang sudah dipelajari.
“Kami berharap di Jawa Tengah bisa segera merintis dan mensinergikan praktik baik yang sudah berjalan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BIPEKA DPD PKS Kota Bekasi, Siti Mukhliso, menyambut hangat kedatangan rombongan Jawa Tengah. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan melalui pertukaran pengalaman antarwilayah.

“semoga tidak hanya belajar bersama tapi bisa bersinergi bersama untuk sama sama bermanfaat untuk banyak orang, dan kami juga bisa main ke Jawa Tengah” kata Siti.
Melalui studi tiru ini, BIPEKA PKS Jawa Tengah optimistis dapat mengadaptasi model Koperasi Syariah Pro IBU untuk memperkuat pelayanan dan pemberdayaan ekonomi keluarga di wilayah Jawa Tengah.
Lalintang.