Skip to content

PKS Jepara Serap Aspirasi Warga dan Bagikan Air Bersih Gratis

WhatsApp Image 2026 11 03 at 08.28.27

JEPARA, PKS JATENG Online – Kondisi kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Jepara, salah satunya di Desa Karangaji, Kecamatan Kedung, telah berdampak signifikan. Dampak ini langsung dirasakan terhadap sulitnya pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih bagi warga setempat.

Merespons krisis air yang terjadi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Jepara kembali hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk mendengarkan  aspirasi warga. Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kondisi di lapangan, PKS Jepara mendistribusikan bantuan sebanyak 32.000 liter air bersih secara gratis. Selama dua hari, yakni pada hari Jum’at dan Sabtu, 30-31 Oktober 2026, PKS mendistribusikan program ini secara masif.

WhatsApp Image 2026 11 03 at 08.29.00
Foto : Istimewa

Anggota Legislatif (Aleg) PKS, Khoirul, yang turut hadir memimpin langsung pendistribusian air bersih. Khoirul menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bukti nyata komitmen partai.

“Kami sangat berharap program pembagian air bersih ini dapat meringankan beban warga dan membantu saudara-saudara kita yang sedang terdampak kekeringan. Ini adalah wujud nyata bahwa PKS akan terus konsisten hadir dan melayani rakyat dalam situasi apa pun,” tegasnya.

WhatsApp Image 2026 11 03 at 08.28.26
Foto : Istimewa

Warga Desa Karangaji menyambut antusias kehadiran rombongan PKS. Masyarakat mengaku sangat senang dan menyambut dengan suka cita atas kehadiran PKS beserta program-program turunannya yang dinilai tepat sasaran. Sambutan hangat dari warga ini semakin memperkuat dedikasi PKS untuk terus melayani rakyat dan menghadirkan solusi konkret untuk masyarakat sedang membutuhkan.

Baca Juga Artikel Lainnya Disini : PKS Lantik Duta Tani di Sukoharjo

“Kami sangat senang dan menyambut dengan suka cita kehadiran PKS beserta program-programnya yang sangat tepat sasaran,” ujar salah seorang warga Desa Karangaji.

Sementara itu, Jawa Tengah sendiri tengah memasuki muslim peralihan. Beberapa dari wilayah masih merasakan kemarau. Menurut Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) awal musim hujan di Jawa Tengah diperkirakan mundur dibandingkan kondisi normal sebelumnya. Kendati demikian warga harus waspada terhadap intensitas hujan kedepan serta pergantian musim yang identik dengan penyesuaian tubuh dan aktivitas sehari-hari.

Editor : Lalintang