
Semarang – Tim Relawan Kemanusiaan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah resmi menyelesaikan tugas relawan di Kabupaten Aceh Tamiang pada (14/01/2026).
Sebanyak enam relawan PKS Jawa Tengah yang terdiri dari tiga montir motor dan tiga montir mobil telah menyelesaikan tugas kemanusiaan mereka setelah 14 hari bertugas di lokasi. Para relawan fokus menangani kendaraan warga yang rusak akibat bencana banjir dahsyat yang menimpa Aceh, sebagai upaya membantu pemulihan aktivitas harian masyarakat.
Salah satu relawan yang terjun langsung ke lapangan, Pratik Ikmawanto, menyampaikan bahwa selama masa penugasan, tim relawan PKS Jawa Tengah berhasil menyelesaikan perbaikan sebanyak 49 unit sepeda motor dan 3 unit mobil.
“Alhamdulillah, sampai akhir tugas kemarin kami bisa menyelesaikan servis 49 motor dan 3 mobil yang memang bisa ditangani hingga tuntas selama masa penugasan,” ujar Pratik.
Ia menjelaskan, proses perbaikan kendaraan di wilayah terdampak banjir tidak berjalan mudah. Kondisi banjir yang cukup parah menyebabkan lumpur dan kotoran masuk ke berbagai komponen kendaraan, sehingga para relawan harus bekerja ekstra untuk membersihkan satu per satu bagian sebelum perbaikan dapat dilakukan.
“Kondisinya memang cukup berat. Kendaraan tidak bisa langsung diperbaiki begitu saja karena hampir seluruh bagian, mulai dari mesin, tangki bahan bakar, hingga komponen lainnya tertutup lumpur. Itu yang membuat pengerjaan membutuhkan waktu cukup lama,” tambahnya.

Selama 14 hari bertugas, tercatat lebih dari 70 warga mendaftarkan kendaraan mereka untuk diperbaiki di bengkel gratis relawan PKS. Namun, keterbatasan waktu dan tenaga membuat relawan hanya mampu menyelesaikan sebagian kendaraan yang masuk dalam daftar.
Pratik menyebut, sebagian besar warga mengetahui keberadaan bengkel gratis tersebut secara langsung ketika melintas di depan posko, sementara lainnya mendapatkan informasi melalui media sosial maupun dari rekomendasi warga sekitar.
“Kebanyakan yang datang berasal dari kecamatan terdekat karena melihat langsung posko kami. Ada juga dari kecamatan lain yang tahu dari media sosial atau informasi dari warga yang lewat. Banyak yang sudah didata dan mendaftar, tapi karena keterbatasan waktu, tidak semua bisa kami layani,” jelasnya.
Meski demikian, kehadiran relawan montir ini sangat membantu meringankan beban warga terdampak banjir, khususnya dalam memulihkan sarana transportasi yang digunakan untuk menunjang aktivitas dan mata pencaharian sehari-hari.