
TUNTANG, KABUPATEN SEMARANG — DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang melakukan transformasi besar dalam strategi pendekatan sosialnya demi merangkul generasi Milenial dan Gen Z. Langkah ini diambil sebagai respons adaptif terhadap dinamika zaman yang menuntut inovasi dalam pelibatan aktif kaum muda di ruang publik.
Strategi baru tersebut menjadi pembahasan utama dalam agenda Pendidikan Politik dan Peningkatan Kapasitas Penggerak Masyarakat yang digelar di Cikal Gading, Kecamatan Tuntang, Minggu (24/5/2026). Dalam acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini, PKS menghadirkan praktisi pendidikan kepemudaan, Abdul Hakim.
Di hadapan para penggerak komunitas, Abdul Hakim menekankan pentingnya melakukan pembaruan dalam cara berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak-anak muda. Menurutnya, keberlanjutan kontribusi sebuah organisasi di tengah masyarakat sangat bergantung pada keberhasilan mereka dalam mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi penerus.
”Keberlanjutan sebuah gerakan di tengah masyarakat itu kuncinya ada pada generasi muda. Tugas kita hari ini bukan sekadar mengumpulkan orang, melainkan bagaimana mewariskan nilai-nilai kebaikan ini agar terus hidup dan relevan di masa depan,” tegas Hakim.
Ia mendorong para penggerak untuk meninggalkan cara-cara konvensional yang kaku dan beralih ke pendekatan yang lebih membumi, santai, serta relevan dengan keseharian anak muda saat ini.
”Anak-anak muda zaman sekarang tidak bisa lagi didekati dengan cara-cara konvensional yang kaku. Kalau cara kita berinteraksi hari ini masih murni menggunakan metode sepuluh atau dua puluh tahun lalu, tentu akan sulit diterima oleh mereka. Pilihannya hanya satu: kita harus berani bertransformasi menjadi ruang yang lebih cair dan terbuka,” lanjut Hakim.
Ia mencontohkan, pola komunikasi bisa dibangun melalui ruang-ruang kolaborasi yang jauh lebih santai, misalnya lewat diskusi ringan di kedai kopi atau sekadar makan bersama yang masuk ke dalam dunia mereka.
Wadah Inklusif untuk Antusiasme Muda
Berdasarkan pengalamannya dalam mendampingi kelompok usia sekolah hingga mahasiswa, Hakim membuktikan bahwa generasi muda sebenarnya memiliki antusiasme yang sangat tinggi terhadap berbagai kegiatan sosial positif. Kuncinya terletak pada ketersediaan wadah yang tepat dan penggunaan bahasa komunikasi yang inklusif.
”Gen Z dan Milenial itu sebenarnya punya kepedulian sosial yang sangat tinggi. Mereka siap bergerak, asalkan kita sebagai penggerak mampu menyediakan wadah yang tepat dan menggunakan bahasa komunikasi yang inklusif bagi mereka,” pungkas Hakim di akhir sesinya.
Melalui penyegaran paradigma ini, PKS Kabupaten Semarang berkomitmen untuk bertransformasi menjadi ruang yang lebih adaptif, hangat, dan terbuka bagi semua kalangan.
Kontributor : Imam B.