Logo DPW PKS Provinsi Jawa Tengah Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Jawa Tengah Kunjungi Sosmed Kami
Kembali ke Berita Berita

Audiensi Unsoed – Wakil DPRD Jawa Tengah: Sinkronkan Sekolah Rakyat Pusat-Daerah

WhatsApp Image 2026 05 24 at 08.24.43

BANYUMAS, PKS JATENG Online – Kantor DPD PKS Banyumas menjadi tempat audiensi antara mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsoed dan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Fraksi PKS, Setya Ari Nugraha, Jumat, 22 Mei 2026. Diskusi fokus pada program Sekolah Rakyat dan bagaimana implementasinya bisa selaras antara pusat dan daerah agar tepat sasaran.

Menjawab Kebutuhan SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Setya menyebut Sekolah Rakyat hadir untuk menjawab persoalan mendasar: ketersediaan SDM unggul berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.

“Provinsi saat ini belum memungkinkan menampung semua lulusan SMP di sekolah negeri. Daya tampung baru sekitar 59 persen. Ini masalah serius,” ujarnya.

Ia menjelaskan Sekolah Rakyat berada di ranah Kementerian Sosial, dengan target utama anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi dan sekaligus berprestasi. Modelnya boarding school, siswa diasramakan dan dididik agar outputnya tidak sekadar lulus, tapi memiliki kemampuan nyata untuk bersaing.

WhatsApp Image 2026 05 24 at 08.24.42 (2)
Kantor DPD PKS Banyumas-Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unsoed audiensi bersama Wakil DPRD Jawa Tengah Fraksi PKS Setya Ari Nugraha, membincang sekolah rakyat selaras implementasi daerah dan pusat sehingga tepat sasaran. (Jum’at, 22 Mei 2026)

“Ini terobosan untuk menjangkau yang selama ini tertinggal karena faktor ekonomi. Di Jateng baru 13 kabupaten/kota yang mulai membangun. Kewenangannya ada di pemerintah pusat lewat Kemensos,” jelas Setya.

Ia membandingkan dengan SMK Jateng yang juga punya asrama dengan konsep serupa, namun berada di bawah Dinas Pendidikan. Perbedaan kewenangan ini, menurutnya, penting dipahami agar tidak terjadi tumpang tindih dan program bisa berjalan efektif.

Peluang: Data Desa dan Peran Media Sosial

Setya melihat peluang besar untuk membuat program ini lebih proaktif. Kuncinya ada pada pendataan di tingkat desa dan kelurahan.

“Kita perlu proaktif mendata. Pemerintah desa dan kelurahan bisa memberi info siapa anak-anak yang layak masuk program ini. Media sosial juga bisa dimanfaatkan. Banyak orang tua aktif di Facebook, Instagram. Data itu bisa jadi bahan,” katanya.

Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, kelurahan, dan dinas terkait agar tidak ada anak yang terlewat hanya karena minim informasi.

Audiensi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami proses kebijakan dari sisi legislasi dan eksekusi di lapangan. Fraksi PKS berharap Sekolah Rakyat tidak hanya jadi proyek pembangunan gedung, tetapi benar-benar melahirkan lulusan yang siap menjawab tantangan 2045.

WhatsApp Image 2026 05 24 at 08.39.47

 

Reporter: Tanti Sujatmiko

Berita PKS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

20 Persen APBN Mampu Wujudkan Pendidikan Gratis SD hingga Kuliah Sesuai Janji Prabowo
Belajar Arti Ketulusan dan Perjuangan dari Sosok Pak Wahyu di Kembara PKS
‎Di Tengah Turbulensi Ekonomi, PKS Sragen Dorong Kader Tak Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh