Logo DPW PKS Provinsi Jawa Tengah Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Jawa Tengah Kunjungi Sosmed Kami
Kembali ke Berita Berita

Bukan Sekadar Kebaya, Ini Cara Perempuan Mengambil Peran

ketua bidang perempuan dan ketahanan keluarga dpw pks jawa tengah

Semarang, PKS Jateng Online – Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April identik dengan perayaan bagi perempuan. Kembali mengingat dan mengenang perjuangan seorang Kartini menggunakan baju adat di sekolah-sekolah, atau menggunakan kebaya bagi para perempuan. Ucapan selamat pada hari itu juga banyak berseliweran di media sosial. Namun, simbolis yang terjadi sebagai perayaan satu hari itu terbesit satu pertanyaan, apakah semangat kartini hanya berhenti saat mengenakan kebaya?

Kartini hari ini tidak lagi hadir dalam bentuk yang sama seperti masa lalu. Ia bukan hanya tentang perjuangan emansipasi, tetapi tentang bagaimana perempuan mampu bertahan, beradaptasi, dan mengambil peran di tengah kompleksitas kehidupan modern. 

Di ranah domestik, perempuan tetap memegang banyak tanggung jawab. Mendidik anak, mengurus keluarga, hingga memastikan seluruh kondisi rumah berjalan dengan baik. Di sisi lain, tuntutan untuk berkontribusi di ruang publik juga semakin besar. Bagi sebagian perempuan, situasi ini bukan hal yang mudah.

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPW PKS Jawa Tengah, Titik Kristiana Anggraeni, melihat bahwa makna Kartini seharusnya tidak lagi dipersempit pada simbol semata.

“Semangat Kartini meningkatkan kualitas perempuan dan keluarga, berkontribusi untuk bangsa. Kartini bukan sekadar cara berpakaian dengan kebaya, tetapi bagaimana perempuan membekali diri dengan ilmu dan mengasah potensi agar bisa berperan dalam menyelesaikan masalah di masyarakat,” ujarnya. 

Menurut Titik, perempuan hari ini perlu memiliki keberanian untuk mengambil peran, baik di domestik maupun di ruang publik. Namun, hal tersebut tetap perlu didukung dengan wadah yang tepat.

Salah satunya melalui program Rumah Keluarga Indonesia (RKI), yang berupaya menghadirkan ruang belajar dan berbagi bagi perempuan.

“Adanya RKI diharapkan mampu menghadirkan solusi di tengah permasalahan yang ada di masyarakat, khususnya bagi perempuan,” kata Titik. 

Ketua Bipeka DPW PKS Jawa Tengah
Ketua Bipeka DPW PKS Jawa Tengah/ photo by Komdigi PKS Jateng

RKI tidak hanya menjadi tempat belajar tentang rumah tangga, tetapi juga ruang berkumpul dan saling menguatkan. Di dalamnya, perempuan dapat berdiskusi mengenai pengasuhan anak, kesehatan mental, hingga tantangan kehidupan sehari-hari.

Menariknya, program ini juga melibatkan peran laki-laki melalui forum ayah. Sebab, keluarga yang kuat tidak hanya bertumpu pada satu pihak, melainkan kolaborasi antara ibu dan ayah.

Di tengah berbagai tuntutan yang dihadapi perempuan saat ini, semangat Kartini menjadi relevan untuk dimaknai kembali. Bukan sekadar tentang bagaimana perempuan terlihat, tetapi tentang bagaimana mereka memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi.

“Kartini masa kini dituntut untuk lebih peka membaca keadaan masyarakat. Ketika kita memiliki ilmu dan potensi, maka kita bisa berkontribusi,” tambahnya.

Pada akhirnya, Kartini hari ini bukan tentang siapa yang paling terlihat hebat. Tetapi tentang bagaimana setiap perempuan, dengan perannya masing-masing, tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan memberi arti.

BIPEKAPKSPKS Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

20 Persen APBN Mampu Wujudkan Pendidikan Gratis SD hingga Kuliah Sesuai Janji Prabowo
Belajar Arti Ketulusan dan Perjuangan dari Sosok Pak Wahyu di Kembara PKS
‎Di Tengah Turbulensi Ekonomi, PKS Sragen Dorong Kader Tak Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh