
Semarang – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah menyikapi kondisi tingginya intensitas hujan yang menyebabkan sejumlah wilayah di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah terendam banjir pada awal tahun 2026. DPW PKS Jateng berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Kebencanaan untuk melakukan langkah tanggap darurat.
Ketika diwawancarai Hadi Santoso mengatakan, PKS telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu warga terdampak banjir.
“Ada dua langkah utama yang kami lakukan. Pertama, evakuasi dengan menyiapkan sarana prasarana seperti perahu karet, dapur umum, serta posko pengungsian. Kedua, penyaluran bantuan logistik berupa makanan kepada warga terdampak,” ujar Hadi, saat dikonfirmasi, Selasa (20/01/2026).
Selain itu, Hadi menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang hampir terjadi setiap tahun di wilayah Pantura, khususnya Kabupaten dan Kota Pekalongan.
“Kami turut prihatin dan mendoakan agar masyarakat yang terdampak diberi kekuatan dan kesabaran. Banjir ini sudah bersifat menahun, sehingga perlu ada solusi jangka panjang agar tidak terus berulang,” katanya.

Ia menjelaskan, banjir di wilayah Pekalongan dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya curah hujan yang tinggi serta kondisi sungai yang tidak mampu menampung debit air.
PKS juga melakukan pemetaan terhadap warga terdampak, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan masyarakat kurang mampu, untuk mendapatkan bantuan prioritas.
“Selanjutnya, kami berkoordinasi dengan BKBN unit kepanduan dan bela negara di tingkat DPD untuk mengerahkan relawan. Mereka membantu proses pembersihan fasilitas umum dan rumah warga, terutama yang tidak mampu membersihkan sendiri, seperti lansia yang tinggal seorang diri,” jelas Hadi.
Hadi pun mendorong pemerintah agar mengambil langkah lebih tegas dan sistematis dalam menangani banjir tahunan di Jawa Tengah.
“Kami mendesak pemerintah untuk melakukan upaya berkelanjutan, seperti normalisasi sungai dan perbaikan saluran air, agar skala dan luasan banjir ke depan bisa terus berkurang,” pungkasnya.