
CILACAP, PKS Jateng Online – Sunyi mencekam dan aroma duka masih menyelimuti Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, setelah bencana tanah longsor menghantam permukiman pada Kamis malam, 13 November 2025. Musibah alam ini telah merenggut 11 korban jiwa per Sabtu malam (15/11/2025) pukul 19.00 WIB.
Namun, di tengah kepiluan tersebut, muncul sosok relawan dengan ketulusan hati luar biasa, Kang Tatang, yang kisahnya menjadi pengingat tentang kemanusiaan sejati dan pengorbanan yang tak terucapkan.
Merespons tragedi ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah segera menggerakkan tim tanggap darurat dan memobilisasi bantuan dari tujuh kabupaten/kota di sekitarnya.
Di posko PKS Cibeunying, relawan dari berbagai latar belakang berkumpul, termasuk Kang Tatang, seorang kader PKS yang tinggal di Dayeuhluhur.
Begitu mendengar kabar duka, ia tanpa ragu mencari informasi dan langsung meluncur ke lokasi kejadian (TKP) yang diselimuti kesunyian dan kengerian.
Kisah yang paling menyentuh terjadi saat evakuasi korban pada pagi hari setelah bencana.

Kang Tatang bersama tim relawan menemukan korban perempuan bernama Lia yang telah dinyatakan meninggal dunia dan segera diangkat menggunakan tandu.
Namun, dalam perjalanan evakuasi yang penuh kehati-hatian, para relawan dikejutkan oleh sesuatu yang bergerak di bawah jenazah Lia.
Setelah didekati, keajaiban bercampur haru itu terungkap: yang bergerak adalah anggota badan nenek Lia, yang ternyata masih hidup.
Nenek tersebut selamat, namun kondisi posisi keduanya mengungkap sebuah pengorbanan yang menggetarkan hati.
“Di bawah jenazah La yang bergerak adalah anggota badan neneknya. Alhamdulillah neneknya masih hidup… dan dalam posisi antara nenek dan La, ternyata ada luka yang cukup parah dan posisinya seperti menyelamatkan neneknya dengan menahan runtuhan kayu,” demikian kesaksian yang disampaikan relawan di posko PKS.
Pengorbanan tak terhingga Lia yang memilih menahan runtuhan demi melindungi sang nenek membuat semua yang hadir terdiam.
Di tengah situasi yang membuat banyak orang ragu dan cemas, Kang Tatang muncul sebagai sosok heroik. Ia adalah relawan yang paling sigap dan terdepan dalam proses pengangkatan jenazah dari timbunan tanah longsor.
“Kalo yang lainnya ragu-ragu, maka Kang Tatang ini dengan sigap mengangkat jenazah,” puji salah satu rekan relawan.
Tidak hanya sekali, dengan petunjuk dari warga yang selamat mengenai posisi keluarga korban di malam bencana, Kang Tatang terus naik ke lokasi untuk membantu evakuasi dan pencarian.
Selama tujuh hari penuh menjadi relawan kemanusiaan, dengan tangan tangkasnya, ia telah membantu mengangkat 11 jenazah dalam berbagai kondisi.
Kang Tatang membuktikan bahwa di saat orang lain cenderung menghindar karena kengerian, justru ia mengambil posisi terdepan.
Dedikasi tulus Kang Tatang, mulai dari inisiatif mencari info hingga berada di barisan terdepan posko relawan, menjadi penyemangat bagi upaya kemanusiaan di Majenang.
“MasyaAllah, kalo orang lain menghindar, maka Kang Tatang terdepan dan dengan sigap mengangkat jenazah-jenazah yang ditemukan,” kata rekannya, penuh hormat.
ditulis oleh
Tim Komdigi Cilacap/Arum Nuraini
(Panji Anom Kaliwinong)