
SEMARANG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VI di Hotel Patra Semarang pada Minggu (24/8/2025).
Acara ini menandai pergantian kepemimpinan dari Muhammad Afif kepada Hadi Santoso yang resmi menjabat sebagai Ketua DPW PKS Jateng periode 2025-2030. Secara simbolis, tongkat komando diserahkan sebagai tanda estafet kepemimpinan.
Dalam keterangannya, Ketua DPW PKS Jateng terpilih, Hadi Santoso, menegaskan komitmen partainya untuk terus mengawal dan mendukung program-program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
“Sebagai bagian dari masyarakat Jateng, kami akan terus mengawal pemerintahan. Kami adalah bagian penting dari proses pemenangan Luthfi-Yasin di Jateng,”kata Hadi Santoso kepada awak media.

Hadi menambahkan, dalam enam bulan masa kepemimpinannya, pasangan Luthfi-Yasin telah menunjukkan keberpihakan yang nyata kepada masyarakat.
Ia menyebutkan beberapa program yang dianggap berhasil, seperti penurunan tarif BRT menjadi Rp1.000 untuk pensiunan dan pelajar, realisasi 17.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), perbaikan lebih dari 75 ruas jalan, serta keberhasilan program Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memiliki capaian tertinggi di Indonesia.
Meskipun demikian, Hadi menegaskan bahwa PKS, sebagai partai pengusung, tetap akan bersikap kritis. Ia menyoroti angka pengangguran yang masih cukup tinggi di Jawa Tengah.

“Terkait dengan angka pengangguran yang masih cukup tinggi, kami akan terus mendorong Pak Luthfi untuk menjalankan program penyelesaian pengangguran yang masif di Jateng, salah satunya lewat pendekatan UMKM,”kata Hadi.
“Lewat Fraksi PKS di DPRD Jateng dan pimpinan DPRD Jateng Mas Setya Ari Nugraha, kami akan tetap kritis dalam pembahasan di DPRD terkait keberpihakan kepada masyarakat,”pungkasnya.