

SEMARANG, PKS Jateng Online – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung program kampanye gagasan dengan tagline Pangan Murah, Kerja Gampang, Sehat Mudah, hal ini disampaikan Wakil ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Tengah Arifin Mustofa.
Arifin mengungkapkan, ketiga gagasan tersebut merupakan bagian dari komiten PKS sebagai pembela rakyat.
“Ini menyangkut keterjangkauan harga bahan makanan pokok atau harga pangan. Kemudian ketersediaan lapangan kerja, serta layanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau dan mudah diakses semua masyarakat.” Jelas pria asal Magelang itu.
Hingga hari ini, terpantau mayoritas harga bahan pangan terus mengalami kenaikan harga seperti beras, bawang merah, bawang putih, cabai, daging sapi dan ayam, gula pasir, minyak goreng, jagung hingga terigu.
Berdasarkan data panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sabtu, (03/02/24) pukul 11.15 WIB, harga rata-rata nasional beras premium naik menjadi Rp15.500 per kilogram, sedangkan beras medium menjadi Rp13.470 per kilogram.
Di Jawa tengah harganya Rp14.990 dan Rp13.710, untuk beras premium dan beras medium. Angka tersebut masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp9.450- Rp12.800.
Berbagai jenis cabai juga mengalami kenaikan. Cabai merah keriting naik 2,65% menjadi Rp49.290, sedangkan cabai rawit merah naik 1,06% menjadi Rp42.780. Harga bawang merah dan bawang putih naik masing-masing menjadi Rp34.150 dan Rp38.880.
Selain kenaikan harga kebutuhan pokok, belum lama ini Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap data tentang berkurangnya lahan pertanian di Jawa Tengah, khususnya di daerah Kabupaten Demak.
Usaha Pertanian Perorangan (UTP) di Demak mengalami penurunan sekitar 13,60 persen atau 20.006 unit dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Selain itu, Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) juga mengalami penurunan sebanyak 4,4 persen atau 125.659 rumah tangga.
Hal ini menjadi ironi, karena 10 tahun lalu, Demak menjadi daerah penyangga pangan nomor dua di Jawa Tengah. Masifnya pengurangan lahan ini juga disebabkan oleh banyak faktor seperti, pembangunan jalan tol, pabrik, dan juga perumahan.
Tak sekadar pengurangan lahan, Akademisi Perencanaan Wilayah Universitas Islam Sultan Agung (UNNISULA), Mila Karmilah menyebutkan bahwa, pembangunan tersebut nyatanya juga menimbulkan penurunan permukaan lahan hingga timbulan genangan rob di daerah yang tidak bertanggul.

Arifin juga menambahkan, masalah tata niaga yang buruk membuat para petani terjerat oleh tengkulak. Sehingga, meskipun harga komoditasnya tinggi, namun petani tidak bisa menikmati hasilnya.
“Akibat tata niaga yang buruk, para petani tidak dapat untung yang layak. keuntungan besar jusru didapat oleh broker pertanian, pedagang, dan tengkulak yang memanfaatkan daya tawar petani dalam menentukan harga, serta minimnya akses petani terhadap pasar” tegas Arifin.
Sebagai partai yang memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan, gagasan pangan murah, kerja gampang, dan sehat mudah ini menjadi program kerja PKS yang mencakup jangka pendek hingga jangka panjang.
Sekretaris Dewan pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah itu juga menerangkan, ketiga gagasan tersebut memiliki hubungan yang berkesinambungan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.
“Jangka pendeknya tentu saja agar pangan murah ini terpenuhi karena masyarakat mengeluhkan harga-harga kebutuhan pokok yang tinggi, padahal upah mereka juga masih rendah. Ini yang harus dicarikan solusinya, bagaimana menurunkan harga dengan kondisi penghasilan masyarakat yang tidak terlalu tinggi.” Jelas Arifin.
Lebih lanjut Arifin menjelaskan, salah satu cara yang dapat dilakukan dengan menyediakan gudang pangan murah. Gudang pangan murah ini ada di setiap desa dan kelurahan, agar masyarakat bisa membeli bahan pokok dengan harga terjangkau, dan para petani juga tidak rugi dalam menjual hasil panennya.
(Ida HP)