
SEMARANG, PKS Jateng Online – Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Semarang menyelenggarakan PKS Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444H. Agenda tersebut sebagai bentuk doa bersama untuk kebaikan Indonesia serta menangkis anggapan masyarakat PKS yang anti dengan bersholawat, Sabtu (23/9/2023) di Kota Semarang.
“PKS bersholawat ini sekaligus menjawab atas sebagian anggapan masyarakat yang selama ini berkembang. Mereka beranggapan bahwa PKS anti tahlil, PKS anti mujahadah, bahwa PKS anti asmaul husna, dan bahwa PKS anti bersholawat. Dan hari ini DPD PKS Semarang menjawab bahwa anggapan tersebut tidak benar”, ungkap Ketua DPW PKS Jawa Tengah itu.

Kegiatan yang diselenggarakan di depan kantor DPD PKS Kota Semarang tersebut dimaraikan oleh ribuan masyarakat dari berbagai kota. Dimulai dari pukul 19.40 WIB yang dimeriahkan oleh penampilan tim rebana Semut Hitam, meningkatkan antusias masyarakat untuk memadati depan panggung.
Sholawat tersebut dipimpin oleh KH. Mohammad Ali Shodiqin atau yang dikenal dengan Gus Ali Gondrong. Gus Ali sendiri merupakan pendiri Mafia Sholawat, yakni komunitas yang terdiri dari berbagai golongan anak-anak jalanan, preman, pengamen yang mengabdikan diri untuk mencintai sholawat. Dalam agenda tersebut Gus Ali Gondrong menceritakan kisahnya mendirikan majelis sholawat dari pada majelis dzikir.
“Karena kalo kita sholawat pasti berdzikir, tapi kalo berdzikir belum tentu bersholawat”, ucap Pimpinan Mafia Sholawat tersebut.
Agenda yang disiarkan langsung dari Jalan Raya Bojongsalaman, Banjir Kanal Barat, Semarang Barat ini, juga dihadiri oleh ketua DPD Kota Semarang, Anggota DPP PKS, serta para anggota legislatif dari tingkat kota hingga pusat fraksi PKS.
(Arzqn)