
Salatiga – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, menggelar pelatihan inovatif yang mengubah limbah plastik menjadi karya bernilai di Kota Salatiga. Dalam agenda resesnya, Ida mengajak puluhan ibu-ibu PKK dan anggota Bank Sampah di Kecamatan Tingkir untuk berpartisipasi dalam edukasi pengolahan sampah yang berlangsung pada Sabtu (23/8/2025).
Berbeda dari sekadar sosialisasi, acara di Aula Kecamatan Tingkir ini langsung berfokus pada praktik. Peserta tidak hanya dibekali teori seputar prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), tetapi juga diajak secara langsung mengubah sampah plastik bekas menjadi aneka kerajinan tangan yang fungsional, seperti tas dan dompet.
Ida Nurul Farida menekankan bahwa solusi masalah sampah harus dimulai dari hulu, yaitu dari setiap rumah tangga. “Pengelolaan sampah harus berawal dari rumah. Dengan partisipasi aktif masyarakat, kita bisa memperkuat upaya pemerintah untuk menyelesaikan persoalan sampah di Kota Salatiga dan menjaga lingkungan,” ujarnya.
Antusiasme para peserta terlihat jelas saat mereka berkolaborasi dalam kelompok untuk membuat kerajinan. Dengan bimbingan yang terstruktur, mereka berhasil menciptakan produk-produk kreatif dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
Melihat semangat tersebut, Ida memberikan motivasi. “Ibu-ibu, mari kita manfaatkan kesempatan terbaik ini untuk belajar. Apa yang kita pelajari dan lakukan hari ini adalah wujud nyata kita mencintai lingkungan dan mendukung kelestarian alam,” pesannya.
Edukasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah plastik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Limbah yang tadinya hanya menumpuk kini bisa diubah menjadi sumber pendapatan, memberikan nilai tambah bagi individu maupun komunitas.