Logo DPW PKS Provinsi Jawa Tengah Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Jawa Tengah Kunjungi Sosmed Kami
Kembali ke Berita Opini

HUT ke-81 TNI dan Pesan Pengabdian: Refleksi PKS Jawa Tengah untuk Masyarakat

WhatsApp Image 2026 10 05 at 23.25.04

SEMARANG, PKS JATENG Online – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) setiap 5 Oktober selalu menjadi momen penting bagi bangsa ini. Tahun ini, TNI genap berusia 81 tahun. Tema yang diangkat, ‘TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur’ , mengingatkan kita bahwa TNI lahir dari rakyat dan mengabdi untuk rakyat. Pelajaran itu relevan bagi siapa pun yang ingin melayani masyarakat, termasuk para kader partai: pengabdian diukur dari kehadiran di tengah rakyat.

Perayaan ini tidak lepas dari perjuangan para pendahulu. Salah satu saksinya berada dekat dengan Jawa Tengah, yaitu Palagan Ambarawa pada 1945. Saat itu, pasukan Sekutu mendarat di Semarang dengan diboncengi NICA. Pihak Belanda mempersenjatai bekas tawanan perang mereka, sehingga pertempuran meluas hingga Ambarawa. Para pejuang Tentara Keamanan Rakyat (TKR) bersama rakyat mempertahankan wilayah Jawa Tengah.

Dalam pertempuran itu, Kolonel Soedirman tampil sebagai pemimpin pasukan. Keteguhannya mempertahankan kemerdekaan hingga titik darah penghabisan masih menjadi teladan sampai hari ini.

Semangat tersebut patut kita bawa ke masa kini. Perjuangan kita hari ini memang bukan melawan penjajah dengan senjata, tetapi tantangan zaman ini mungkin sama beratnya. Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya.

Di Jawa Tengah, semangat itu diupayakan lewat kerja-kerja yang dekat dengan warga. Pada Ahad, 27 September 2026, Rumah Keluarga Indonesia (RKI) PKS Jepara menggelar pelatihan membatik bagi puluhan ibu di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, menyambut Hari Batik Nasional. Para peserta belajar langsung membuat pola, memegang canting, hingga mewarnai kain. Kegiatan ini bukan sekadar melestarikan warisan budaya, tetapi juga membuka peluang keterampilan dan usaha bagi keluarga.

Kesiapan kader juga ditempa lewat Kembara. Salah satunya adalah yang digelar di Purbalingga pada 11-13 September 2026 yang menjadi komitmen PKS untuk hadir di tenagh masyarakat bukan hanya saat pemilu dengan meneguhkan komitmen pelayanan. Dari kegiatan ini, kader diminta terdepan dalam kontribusi kebangsaan, selain hadir untuk rakyat, membawa semangat kebangsaan juga sangat penting. Selain itu pembinaan semacam ini juga dalam rangka menyiapkan kader agar mampu membantu masyarakat sesuai peran dan keilmuannya masing-masing, sehingga semangat gotong royong tetap terjaga. 

Tentu, jalur pengabdian TNI dan partai politik berbeda. TNI menjaga kedaulatan negara dan bersikap netral dari politik praktis, sedangkan partai berjuang lewat jalur politik dan pelayanan masyarakat. Namun nilainya bisa sama: kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

Pada HUT ke-81 ini, kesiapsiagaan TNI dalam menjaga kedaulatan dan membantu masyarakat saat bencana patut menjadi teladan. Dengan begitu, tema peringatan tidak berhenti sebagai slogan tahunan, tetapi menjadi aksi nyata dalam keseharian. TNI berasal dari rakyat dan mengabdi untuk rakyat, dan kader PKS pun berupaya menjalankan semangat yang sama di jalurnya masing-masing.

Dirgahayu TNI ke-81.

 

Lalintang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Menyambut Hari Batik Nasional, RKI PKS Jepara Gelar Pelatihan Membatik untuk Berdayakan Perempuan
‎Kader PKS Sragen Ikuti Dauroh Tsaqofiyah, Perkuat Kapasitas dan Keteguhan Kader
20 Persen APBN Mampu Wujudkan Pendidikan Gratis SD hingga Kuliah Sesuai Janji Prabowo