
Semarang – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Karsono, menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air (SDA) yang adil, berkelanjutan, dan partisipatif di tengah meningkatnya populasi dan aktivitas ekonomi. Ia menyoroti bahwa tekanan terhadap kebutuhan air kian meningkat, yang menjadi tantangan serius bagi ketahanan pangan nasional, khususnya di Jawa Tengah.
Karsono menilai Integrasi prinsip pengelolaan SDA yanga adil, berkelanjutan dan partisipatif ini menciptakan sebuah sistem yang kuat dan tangguh. Pengelolaan adil menjamin ketersediaan air untuk semua kalangan dari petani hingga industri, sehingga meminimalkan risiko gagal panen. Di sampingi itu, pengelolaan SDA yang berkelanjutan diharapkan dapat memastikan sumber daya air tetap tersedia untuk masa depan, sehingga mampu melindungi produksi pangan dari dampak perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Sementara itu, pengelolaan partisipatif memberdayakan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi, serta memastikan sistem berjalan dengan efisien.
Kombinasi seluruh elemen tersebuut, lanjut Karsono, akan membawa dampak signifikan pada ketahanan pangan nasional. Hal tersebut lantaran pasokan air yang lebih terjamin dan berkualitas diyakini dapat meningkatkan produksi komoditas pangan seperti padi dan jagung akan secara konsisten.
“Pengelolaan sumber daya air sangat menentukan dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional,” ujar Karsono.
Lebih lanjut, Karsono menjelaskan bahwa pembangunan dan peningkatan infrastruktur sumber daya air merupakan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan upaya ini memerlukan dukungan penuh dan sinkronisasi dari pemerintah daerah (pemda).
Karsono menegaskan bahwa komisi D DPRD Jateng memiliki komitmen kuat untuk mengatasi isu ini, terbukti dengan rencana penggodokan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pengelolaan SDA.