Logo DPW PKS Provinsi Jawa Tengah Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Jawa Tengah Kunjungi Sosmed Kami
Kembali ke Berita Berita Fraksi

Soroti Pengangguran di Kota Solo, Dedy Endriyatno Tekankan Sinkronisasi Antar OPD

1000535884 1536x1024

Solo – Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Dedy Endriyatno, menyoroti masih tingginya tingkat pengangguran di Kota Surakarta (Solo) meski daerah ini mencatat kemajuan dalam penurunan angka kemiskinan. Hal tersebut disampaikan saat Komisi C melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Solo, Rabu (13/8).

Dedy mempertanyakan sejauh mana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Solo memuat desain strategis pengentasan kemiskinan yang terintegrasi dengan penyerapan tenaga kerja. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat program pengurangan pengangguran.

“Pengentasan kemiskinan dan penekanan angka pengangguran harus berjalan beriringan. Kuncinya ada pada perencanaan yang tepat, pelaksanaan yang konsisten, dan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, BUMD, maupun sektor swasta,” ujarnya.

Anggota Komisi C, Asrar, menambahkan bahwa meskipun tingkat kemiskinan di Solo tergolong rendah, tren kenaikan angka pengangguran patut menjadi perhatian serius. Menurutnya, Solo memiliki potensi menjadi ikon Jawa Tengah dalam penurunan kemiskinan jika mampu mengendalikan pengangguran secara efektif.

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Widyastuti Pratiwiningsih, menjelaskan bahwa tingginya angka pengangguran dipengaruhi oleh preferensi masyarakat terhadap pekerjaan informal yang dinilai lebih cepat menghasilkan, seperti berdagang atau menjadi agen jasa, sehingga minat mengikuti pelatihan kerja rendah.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Solo telah meluncurkan Rumah Siap Kerja sebagai pusat layanan tenaga kerja, dan UMKM Center yang baru dibuka tahun ini untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil serta menyerap tenaga kerja sektor UMKM.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Solo pada Desember 2024 mencapai 4,61 persen, atau setara 13.204 orang. Angka ini naik 0,04 persen dibanding Desember 2023 dan masih di atas rata-rata nasional sebesar 4,1 persen.

Astrid optimistis program yang dijalankan mampu menekan angka pengangguran. Ia menegaskan perlunya dukungan semua pihak, termasuk dunia usaha, untuk memperluas lapangan kerja formal dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri.

Dedy berharap evaluasi mendalam terhadap RPJMD dan penguatan kemitraan lintas sektor dapat menjadi langkah nyata untuk menjadikan Solo sebagai kota yang tidak hanya rendah angka kemiskinannya, tetapi juga memiliki tingkat pengangguran yang terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

PKS Jawa Tengah Gelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia, Cetak Pemimpin Muda Masa Depan
KING INDO JUARA: Karena yang Bertahan Tak Pernah Benar-Benar Kalah
HUT ke-81 TNI dan Pesan Pengabdian: Refleksi PKS Jawa Tengah untuk Masyarakat