YOGYAKARTA — Di balik ingar-bingar panggung politik dan tebalnya tumpukan dokumen kebijakan, ada jalan sunyi yang dipilih oleh Bakhrun untuk terus merawat asa masyarakat di tingkat akar rumput.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal tersebut membuktikan bahwa puncak tertinggi dari sebuah amanah jabatan bukanlah sekadar menduduki kekuasaan, melainkan keteguhan hati untuk terus menyentuh dan membina jiwa-jiwa manusia.
Kesetiaan pada jalan pengabdian dan kaderisasi inilah yang mengantarkannya merengkuh penghargaan sarat makna sebagai legislator dengan Unit Pembinaan Anggota terbanyak se-Jawa Tengah, sebuah pengakuan atas lahirnya tujuh kelompok binaan yang terus ia asuh dengan penuh kehangatan di tengah padatnya jadwal kedewanan.

Perjalanan Bakhrun dalam menebar kebaikan dan merangkul masyarakat bukanlah sebuah pencapaian instan, melainkan buah dari tempaan panjang yang ia rajut sejak menimba ilmu di SMU Negeri 4 Kota Tegal hingga lulus pada tahun 1997.
Dahaga akan ilmu yang tak pernah padam membawanya menamatkan pendidikan sarjana di Universitas Islam Attahiriyah pada periode 2004 hingga 2007, dan puncaknya meraih gelar magister kenotariatan dari Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
Rangkaian jejak akademik tersebut tidak menjadikannya berjarak dengan rakyat, namun justru menjadi bekal berharga untuk mengedukasi, memberdayakan, dan mendengarkan langsung keluh kesah kehidupan warga yang ia wakili melalui pendekatan humanis.
Momen membanggakan itu memuncak ketika Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Kholid, menyerahkan langsung penghargaan tersebut dalam agenda Bimbingan Teknis Pimpinan dan Anggota Legislatif se-Jawa Tengah di Yogyakarta pada Kamis, 12 Februari 2026.
Di hadapan ratusan pasang mata yang hadir membawa semangat Sinkronisasi, Asta Cita, dan Jateng Maju, Bakhrun berdiri bukan hanya sebagai wakil rakyat yang merumuskan anggaran, melainkan sebagai sosok teladan yang sabar membersamai masyarakat kecil.
Penghargaan ini menjadi saksi bisu betapa pengabdian yang tulus dan berkelanjutan mampu melampaui sekat-sekat birokrasi yang kerap terasa kaku.
Semangat kaderisasi yang mengakar kuat pada dedikasi Bakhrun sejatinya adalah nyawa dari pergerakan besar yang tengah diorkestrasikan di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Menangkap getar semangat juang yang menyentuh nurani tersebut, Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, menegaskan bahwa keteladanan dalam merawat akar rumput adalah kunci pembuka jalan menuju keberhasilan sejati.
Bimbingan teknis yang mempertemukan para wakil rakyat tersebut diyakininya sebagai momentum sakral untuk menyatukan frekuensi hati seluruh kader agar senantiasa dekat dengan rakyat.
“Bimbingan teknis ini adalah langkah krusial untuk menyinkronkan gerakan demi mencapai target di Jawa Tengah, utamanya program K2P2 yang dicanangkan DPP PKS,” tegas Hadi Santoso.
Ia memaparkan lebih jauh bahwa lompatan besar tersebut hanya bisa diwujudkan melalui formula perjuangan yang bertumpu pada kualitas manusia, yakni perpaduan kekuatan kader yang tangguh, proses kaderisasi yang tak pernah putus, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pada akhirnya, kisah Bakhrun adalah cerminan utuh bahwa politik yang dihidupi dengan cinta, ketelatenan dalam membina, dan pengorbanan waktu akan selalu mendapatkan tempat istimewa di hati masyarakat luas.
