
Semarang – Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Muhammad Afif, Lc., menekankan pentingnya optimalisasi aset yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjelang penutupan tahun anggaran 2025. Menurut Afif, upaya ini merupakan kunci strategis untuk mendongkrak realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memastikan kontribusi BUMD maksimal bagi pembangunan daerah.
Muhammad Afif melalui Komisi C, yang membidangi sektor keuangan daerah, perpajakan, dan BUMD, menyoroti beberapa aset yang dinilai belum dikelola secara efisien dan produktif.
“Tantangan kita bersama di Komisi C adalah bagaimana BUMD tidak hanya berfokus pada aspek pelayanan publik, namun juga harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui aset-aset yang dimiliki,” ujar Afif.
Afif mencontohkan, banyak aset properti atau lahan yang dikelola BUMD memiliki lokasi strategis, namun belum memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pendapatan. Ia mendorong BUMD mitra Komisi C untuk segera merumuskan langkah konkret dan inovatif dalam pemanfaatan aset tersebut.
“Bulan November ini menjadi momentum krusial, karena kita perlu mengejar target PAD yang sudah ditetapkan. Setiap BUMD harus berani berinovasi, misalnya dengan skema kerja sama atau pengembangan unit bisnis baru yang berbasis pada optimalisasi aset. Jika dikelola dengan profesional, peningkatan pendapatan akan langsung terlihat,” tegas politisi dari Fraksi PKS ini.
Komisi C, lanjut Afif, akan terus mengawasi dan memberikan dukungan agar seluruh BUMD di Jawa Tengah dapat mencapai target kinerja dan berkontribusi lebih besar dalam menopang anggaran pembangunan daerah pada tahun 2026.