Logo DPW PKS Provinsi Jawa Tengah Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Jawa Tengah Kunjungi Sosmed Kami
Kembali ke Berita Berita Fraksi

Sururul Fuad: Sampah Punya Potensi Entaskan Kemiskinan Jateng

0a6a9487

Semarang – Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Sururul Fuad, menyampaikan pandangan optimisnya terkait potensi pengelolaan sampah sebagai salah satu jalan untuk mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah. Pernyataan ini disampaikan menyusul kunjungan kerja Komisi E ke Kantor Bappedalitbang Kota Surabaya pada Kamis (7/8) lalu.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari inovasi padat karya serta program “waste to energy” atau daur ulang sampah menjadi energi listrik yang telah berhasil diterapkan di Kota Pahlawan. Sururul Fuad menilai keberhasilan Surabaya dalam mengubah tumpukan sampah menjadi energi listrik merupakan bukti nyata bahwa hal serupa tidak mustahil dilakukan di Jawa Tengah.

“Tentu hal ini tidaklah mustahil, kita harus bisa menyusul kesuksesan Surabaya,” ujar Sururul Fuad. Ia meyakini bahwa dengan kolaborasi, kerja sama strategis, dan dukungan besar dari masyarakat, Jawa Tengah mampu mereplikasi keberhasilan tersebut.

Surabaya, melalui TPA Benowo, telah menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah. Sejak tahun 2015, TPA Benowo berhasil memproses lebih dari 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo ini bahkan menjadi yang pertama dan terbesar di Indonesia, mampu mengaliri lebih dari 5.800 rumah warga.

Keberhasilan TPA Benowo juga didukung oleh kerja sama dengan pihak swasta, PT Sumber Organik, yang telah dimulai sejak 2012. Selain menghasilkan listrik, pengelolaan sampah di TPA Benowo juga berhasil mengubah cairan sampah (lindi) menjadi air bersih dan mengolah limbah sisa pembakaran. Inovasi ini tidak hanya mengatasi masalah sampah secara signifikan, tetapi juga membuka peluang ekonomi sirkular yang dapat menekan anggaran pengelolaan sampah dan meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat.

Konsep pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan di TPA Benowo juga mendapat pujian dari berbagai pihak. Bahkan, teknologi yang digunakan diklaim setara dengan teknologi yang ada di Singapura. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang serius dapat memberikan manfaat ganda, yaitu mengatasi masalah lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang berpotensi besar untuk kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat tersebut, Sururul Fuad optimis bahwa potensi sampah di Jawa Tengah dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai tinggi, tidak hanya sebagai energi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui program-program padat karya yang berbasis pengelolaan sampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Dukung Swasembada Pangan Petani Purworejo, Amir Masduki Serahkan Cultivator Bantu Proses Pengolahan Lahan
PKS Jawa Tengah Gelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia, Cetak Pemimpin Muda Masa Depan
KING INDO JUARA: Karena yang Bertahan Tak Pernah Benar-Benar Kalah