
Kendal — Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Amir Masduki, turut hadir dan memberikan pemaparan pada Rapat Koordinasi dan Mediasi Konflik Nelayan Kabupaten Kendal yang digelar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Rapat tersebut mengusung tema Penguatan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dalam Rangka Mitigasi Potensi Konflik Nelayan.
Dalam paparannya, Amir Masduki menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi nelayan, seperti keterbatasan stok ikan akibat perubahan iklim dan overfishing, rendahnya kepatuhan terhadap regulasi perizinan, serta masih banyaknya praktik penggunaan alat tangkap terlarang seperti arad, cotok, trawl, setrum, dan bom.
“Permasalahan ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga soal kesadaran bersama untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut kita,” ujarnya.
Amir juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat nelayan sendiri. Ia menyebutkan bahwa DPRD telah memberikan dukungan konkret, antara lain melalui Perda Jawa Tengah No 1/2023 yang melindungi nelayan kecil, program bantuan sarana prasarana alat tangkap ramah lingkungan, subsidi BBM, asuransi nelayan, hingga pembentukan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) untuk membantu pengawasan di lapangan.
“Upaya mediasi seperti ini penting agar konflik antar-nelayan akibat perebutan daerah tangkapan dan perbedaan jenis alat tangkap dapat diselesaikan secara adil. DPRD berkomitmen untuk terus mendorong edukasi, pengawasan, serta pembentukan regulasi daerah yang lebih tegas agar pelanggaran dapat ditekan,” tambah Amir.
Menurutnya, penguatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan juga menjadi langkah penting dalam pembangunan daerah. Dengan wilayah laut yang luas serta potensi besar sektor perikanan di Jawa Tengah, pengawasan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Rapat koordinasi dan mediasi ini dihadiri pula oleh perwakilan instansi terkait, aparat pengawasan, serta puluhan nelayan Kabupaten Kendal yang terlibat aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab.