
Banjarnegara — Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Amir Masduki, hadir sebagai narasumber dalam Pelatihan Manajemen Kelembagaan Petani Angkatan 12 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Surya Yudha Park Banjarnegara pada 23–24 Juni 2025, dan diikuti oleh puluhan petani tembakau setempat.
Dalam paparannya yang disampaikan pada 23 Juni 2025, Amir Masduki membawakan materi bertema ‘Capacity Building: Strategi Mengembangkan Potensi Diri untuk Kesejahteraan Petani’. Legislator yang akrab disapa Amir tersebut menegaskan bahwa pengembangan kapasitas (capacity building) bukan hanya sebatas konsep teoritis, melainkan langkah nyata untuk membantu petani menjadi lebih mandiri, inovatif, dan produktif.
“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan sekaligus ekonomi daerah. Tanpa peningkatan kapasitas, akan sulit bagi kita untuk bersaing dan bertahan di tengah perubahan global. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini menjadi penting agar petani tembakau memiliki wawasan yang lebih luas, manajemen kelembagaan yang lebih baik, serta pola pikir yang adaptif,” tegas Amir Masduki.
Dalam kesempatan tersebut, Amir menjelaskan bahwa capacity building adalah proses transformatif yang mencakup penguatan kemampuan individu, organisasi, hingga sistem. Menurutnya, ada tiga dimensi penting yang harus diperkuat: daya tampung (kemampuan menerima dan mengolah informasi), ruang atau fasilitas pendukung, serta kemampuan maksimal yang dapat dicapai oleh petani maupun kelompok tani.
Lebih lanjut, Dirinya menyebut bahwa pengembangan kapasitas dilakukan pada tiga tingkatan strategis. Pertama, tingkat individu melalui pelatihan dan pendidikan. Kedua, tingkat organisasi dengan penguatan sistem kepemimpinan dan jaringan kerjasama. Ketiga, tingkat sistem yang diwujudkan melalui kebijakan dan regulasi yang lebih mendukung kemajuan petani.
Amir juga menggarisbawahi berbagai tantangan yang kerap dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya, budaya kerja yang masih konvensional, hingga minimnya sistem insentif yang memotivasi petani untuk berkembang. Menurutnya, tantangan ini hanya dapat diatasi jika petani mampu beradaptasi dan terus memperbarui pengetahuan serta keterampilannya.
“Perubahan tidak bisa dihindari, tetapi bisa kita kelola. Kunci keberhasilan ada pada kesiapan kita untuk terus belajar, membangun jaringan, dan menciptakan sistem yang mendukung usaha tani berkelanjutan,” tambah Amir Masduki.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang sebagian besar adalah petani tembakau lokal. Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal praktis bagi para petani untuk mengembangkan kelembagaan tani yang lebih solid, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat posisi tawar mereka di pasar.
Menutup materinya, Amir Masduki menyampaikan pesan penting
“Di dunia ini, tidak ada yang berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Maka, mari kita siapkan diri agar perubahan membawa kesejahteraan, bukan hanya tantangan.”
Pelatihan tersebut menjadi bukti atas komitmen Pemerintah Provinsi, DPRD, dan semua pihak terkait untuk terus mendampingi petani tembakau agar dapat tumbuh menjadi pelaku usaha tani yang profesional, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.