SEMARANG – Setelah dua dekade berkiprah sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah, Agung BM kini resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Lingkungan dari Universitas Diponegoro. Rabu, (25/06/25) menjadi hari bersejarah bagi Agung Budi Margono. Ujian terbuka disertasinya berlangsung penuh antusias di Ruang Sidang Utama Sekolah Pascasarjana UNDIP, disaksikan para tokoh masyarakat, akademisi, dan rekan seperjuangan.

Dihadapan 7 orang penguji yang terdiri dari : Prof. Ir. Mochamad Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D (Dekan Sekolah Pasca Sarjana Undip), Dr. Drs. Jafron Wasiq Hidayat, .Sc, Prof. Dr. Tri Retnaningsih Soeprobowati, M.App.Sc, Prof. Dr. Dra. Hartuti Purnaweni, MPA, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc, Dr. Budi Warsito, S.Si., M.Si dan Promotor :  Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D

Whatsapp image 2025 06 26 at 07.06.20

Disertasinya bertajuk “Model Pengelolaan Waduk Jatibarang di Kota Semarang” menyoroti perlunya tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, Perum Jasa Tirta I, PDAM, dan kelompok masyarakat seperti Pokdarwis dan petani konservasi. Model ini lahir dari kegelisahan Agung terhadap laju sedimentasi dan minimnya kolaborasi kelembagaan dalam mengelola waduk.

“Waduk bukan hanya urusan teknis, tapi juga sosial dan kelembagaan. Kita perlu satu model yang menjembatani semuanya,” papar Agung dalam presentasinya yang berlangsung selama 15 menit di hadapan tujuh penguji.

Whatsapp image 2025 06 26 at 07.06.19

Agung juga menekankan bahwa Waduk Jatibarang berisiko kehilangan fungsinya dalam 21 tahun ke depan jika tidak dilakukan intervensi serius. Melalui disertasinya, ia merekomendasikan pembentukan Forum Komunitas Peduli Waduk (FKPW) sebagai ruang koordinasi legal yang dilengkapi digitalisasi pemantauan air.

Lulusan S1, S2, hingga S3 Universitas Diponegoro ini menegaskan bahwa ilmu dan pengalaman kebijakan harus berjalan beriringan. “Saya ingin mendorong bahwa ilmu bisa menyatu dengan advokasi kebijakan dan kerja nyata di masyarakat,” pungkasnya dengan haru.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, SE, MM, yang memberikan apresiasi atas kontribusi ilmiah Agung serta menyampaikan sambutan yang menekankan bahwa pemerintah daerah siap mendukung model yang dibangun dari bawah, terlebih jika sudah diuji dalam forum akademik. “Kami terbuka untuk kolaborasi yang berbasis kajian ilmiah, bukan hanya proyek jangka pendek,” katanya.