
Pekalongan — Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Much. Muchlis Ariston, S.T., menggelar kegiatan bertema “Peningkatan Kualitas Kebijakan Melalui Media Tradisional” pada Kamis, 13 Juni 2025. Acara ini berlangsung di Aula Dikdasmen PDM Kota Pekalongan, Kecamatan Pekalongan Barat, dan dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, aktivis organisasi perempuan Aisyiyah, serta warga dari wilayah Pekalongan Barat dan sekitarnya.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituen, sekaligus mengenalkan lebih jauh konsentrasi kerja Komisi D DPRD Jawa Tengah, yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Dengan pendekatan budaya dan dialog yang komunikatif, kegiatan ini dikemas secara hangat dan partisipatif.
Hadir sebagai narasumber, Bu Latifah Esti menyampaikan materi mengenai pentingnya kesehatan mental, sebuah tema yang dinilai sangat relevan mengingat dominasi peserta adalah para ibu-ibu dari organisasi Aisyiyah se-Kota Pekalongan. Dalam paparannya, ia menyoroti tantangan kesehatan mental di era modern, serta peran penting perempuan dalam menjaga keharmonisan keluarga dan lingkungan sosial.
Dalam sambutannya, Muchlis Ariston menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para peserta yang turut aktif menyimak dan berdialog.
“Komisi D memiliki peran vital dalam menjamin pembangunan berkelanjutan. Terkait dengan peran ibu-ibu di Aisyiyah, mengingatkan saya pada sosok ibu saya sendiri. Aktivitas ibu-ibu ini sungguh luar biasa dan penuh keikhlasan dalam berhidmat,” ujar Muchlis Ariston, dengan nada haru dan bangga.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi, terutama yang berkaitan dengan isu-isu strategis di bidang kesehatan, pendidikan, serta kelestarian lingkungan. Menurutnya, kebijakan publik yang berkualitas tidak lahir dari ruang tertutup, melainkan dari keterlibatan aktif masyarakat yang menjadi bagian langsung dari dampak kebijakan tersebut.
Tak hanya menjadi forum dialog, kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana media tradisional dapat menjadi sarana efektif dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan dan edukasi publik. Dengan pendekatan yang lebih akrab dan membumi, masyarakat diajak untuk lebih memahami arah dan fungsi kerja lembaga legislatif, sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya lokal dalam proses demokrasi.
Sebagai penutup, Muchlis berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar secara berkala di berbagai wilayah, agar jembatan komunikasi antara rakyat dan wakilnya tidak pernah terputus.
“Keterbukaan dan kedekatan dengan masyarakat adalah fondasi utama dalam membangun Jawa Tengah yang berdaya dan berkelanjutan,” pungkasnya.