Semarang — Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho, memastikan bahwa Jawa Tengah berada dalam kondisi surplus hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H. Dalam siaran langsung di Radio Universitas Semarang (USM) Jaya pada Sabtu (24/5), Setya Arinugroho menyampaikan bahwa ketersediaan hewan kurban di Jawa Tengah mencapai lebih dari 1,5 juta ekor, jauh melampaui kebutuhan masyarakat.
“Kita bersyukur, meski ada penurunan jumlah dibanding tahun lalu, Jawa Tengah masih surplus lebih dari satu juta ekor hewan kurban. Ini membuktikan bahwa sektor peternakan kita cukup tangguh dalam memenuhi kebutuhan hari besar” ujar Ari-sapaan akrab masyarakat- dalam siaran tersebut.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah mencatat, ketersediaan hewan kurban pada 2025 mencapai 1.538.363 ekor, terdiri dari 314.121 sapi potong, 9.736 kerbau, 795.423 kambing, dan 419.083 domba. Sementara itu, kebutuhan hewan kurban diprediksi hanya 547.590 ekor, yang berarti terdapat surplus sekitar 990.773 ekor.
Meski angka ketersediaan tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.764.206 ekor, Ari menilai bahwa penurunan ini masih dalam batas wajar. Ia menekankan pentingnya kualitas kesehatan hewan kurban dibanding hanya melihat dari sisi kuantitas.
“Jumlah bukan satu-satunya indikator keberhasilan. Yang juga sangat penting adalah kesehatan dan keamanan hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat,” tambah Setya.
Untuk menjamin aspek kesehatan, Pemprov Jateng melalui Dinas Peternakan telah mengintensifkan vaksinasi hewan berkuku belah—sapi, kerbau, kambing, dan domba—dari Januari hingga Maret 2025. Program vaksinasi ini mencakup pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin disease (LSD), dan antraks. Selain itu, pengawasan ketat dilakukan terhadap pergerakan hewan antar daerah, termasuk pemberlakuan sertifikasi klinis dan laboratoris bagi hewan yang masuk maupun keluar dari wilayah Jawa Tengah.
Legislator Dapil 11 (Banyumas-Cilacap) tersebut juga menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan teknis lapangan yang ditunjukkan oleh Dinas Peternakan. Menurutnya, upaya vaksinasi dan pengawasan ini merupakan langkah konkret dalam menjamin kualitas hewan kurban dan mencegah potensi wabah penyakit zoonosis.
Dalam kesempatan tersebut, Ari turut menyoroti pentingnya proses penyembelihan hewan yang sesuai dengan syariat Islam dan standar kesehatan. Oleh karena itu Dirinya memberikan dukungan penuh pada program pelatihan jagal halal yang digelar di berbagai daerah di Jateng.
“Pelatihan jagal halal tidak hanya menjamin penyembelihan sesuai kaidah agama, tetapi juga membuka dan menguatkan peluang kerja bagi masyarakat Jateng, bahkan kabarnya beberapa penjagal sampai berhasil dikirim ke luar negeri. Ini bukti bahwa kita tidak hanya menyiapkan hewan kurban, tetapi juga sumber daya manusianya,” jelasnya.
Siaran radio yang diselenggarakan di kampus USM Semarang ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus sarana edukasi seputar kesiapan menghadapi Idul Adha secara komprehensif.
Dengan surplus hewan kurban yang signifikan serta pengawasan kesehatan hewan yang ketat, Jawa Tengah dipastikan siap menyambut Idul Adha dengan aman, sehat, dan sesuai syariat. Setya Arinugroho menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kesiapan daerah, demi kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam merayakan hari raya kurban.
