
Sragen – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sururul Fuad menyoroti kasus praktik prostitusi terselubung di kawasan Gunung Kemukus, Sragen. Dilansir dari harian Kompas, seorang perempuan asal Kota Semarang menjadi korban prostitusi setelah sebelumnya dijebak untuk bekerja sebagai pelayan di suatu rumah makan melalui media sosial. Namun alih-alih bekerja sesuai perjanjian awal, korban justru dipaksa menjadi pemandu karaoke dan pekerja seks komersial (PSK) dan diancam untuk memberikan uang tebusan sebesar satu juta jika ingin dipulangkan.
Praktik prostitusi terselubung tersebut kemudian berhasil dibongkar oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (4/2/2025) setelah pemrosesan laporan oleh orangtua korban. Tersangka dijerat
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sururul Fuad menyebutkan bahwa praktik prostitusi terselubung telah terjadi selama bertahun-tahun dan terus menjadi keresahan masyarakat.
“Praktik prostitusi terselubung di Gunung Kemukus sudah terjadi selama puluhan tahun dan terus membawa keresahan di masyarakat. Memang diperlukan i’tikad baik dari Pemerintah maupun seluruh pihak untuk menyelesaikan permasalah ini” ungkap Sururul Fuad.
Sururul Fuad mendorong Pemerintah Daerah setempat untuk melakukan peninjauan lebih lanjut dan penertiban di sekitar kawasan Gunung Kemukus untuk menghindari adanya praktik-praktik serupa.
“Kami mendorong Pemkab setempat untuk melakukan peninjauan lebih lanjut dan penertiban di kawasan tersebut untuk menghindari adanya praktik-praktik prostitusi serupa” tegasnya.
Lebih lanjut Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan atas modus penipuan melalui media sosial. Dirinya menyarankan untuk selalu melakukan cross check (pemeriksaan ulang) terhadap pihak penyedia kerja dan tak mudah tergiur dengan iming-iming tanpa perjanjian yang jelas hitam di atas putih.
“Kami juga menghimbau kepada maysarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Lakukan cross-check lebih dahulu terkait pihak penyedia kerja. Dan jangan sampai mudah tergiur oleh iming-iming tanpa kejelasan” jelasnya.
Sementara itu, Sururul Fuad juga memberikan apresiasi kepada pihak Dirkrimum Polda Jateng kesigapannya menangani kasus prostitusi terselubung tersebut.