
Banjarnegara – Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Karsono dan Muh. Muchlis Ariston mendorong program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Banjarnegara. Perbaikan RTLH dipandang dapat membantu menekan angka kemiskinan ekstrem di Banjarnegara. Hal tersebut dikemukakan oleh keduanya usai melaksanakan pengawasan tematik dan diskusi Komisi D dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara pada Senin (3/2/2025).
Kemiskinan memang masih menjadi masalah utama bagi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Sebagaimana dilansir dari website resmi Pemkab Banjarnegara, presentase penduduk miskin masih tercatat begitu besar, yakni 14,71 persen atau sebanyak 137,680 jiwa.
Karsono menyatakan Banjarnegara masih termasuk dalam lima besar daerah termiskin di Jawa Tengah. Oleh karenanya, Karsono menegaskan perlu adanya perhatian dan upaya penanggulangan strategis.
“Banjarnegara masih masuk lima besar daerah termiskin di Jateng. Ini tentunya perlu menjadi perhatian Kita bersama kemudian perlu Kita upayakan langkah strategis untuk penanggulanganyya” ujarnya.
Melalui diskusi bersama, Komisi D DPRD Jateng mendorong penyelenggaraan perbaikan RTLH demi menanggulangi kemiskinan di Banjarnegara.
“Kami Komisi D mendorong pelaksaan program perbaikan RTLH demi menanggulangi kemiskinan di Banjarnegara” tutur Muchlis Ariston.
Senada dengan Muchlis Ariston, Karsono menyebut program perbaikan RTLH tersebut efektif membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di samping pangan dan sandang.
“Karena program tersebut Kami nilai efektif membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama masyarakat miskin ekstrem” jelas Karsono.
Karsono dan Muchlis Ariston berharap program perbaikan RTLH tersebut dapat mengakselerasi percepatan penanggulangan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat Banjarnegara.