
Yogyakarta – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muchlis Ariston menyebut bahwa bekas galian tambang yang terbengkalai memiliki potensi yang luarbiasa untuk dikembangkan menjadi tempat wisata. Hal tersebut disampaikannya pasca kunjungan rombongan Komisi D ke lokasi wisaat Tebing Breksi, Yogyakarta pada Kamis (9/1/2025).
Melalui kunjungan tersebut diketahui bahwa Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Prambanan yang sebelumnya difungsikan sebagai areal penambangan ilegal milik pribadi, kini dapat disulap menjadi salah satu spot wisata unggulan Yogyakarta yang mampu mendongkrak perekonomian warga setempat.
Terbukti banyak warga sekitar Tebing Breksi yang mantab beralih mata pencaharian dengan menyewakan homestay, menjadi tour guide hingga menjajakan aneka cendera mata unik.
Muchlis Ariston menilai keberhasilan warga sekitar Tebing Breksi dalam menyulap lahan terbengkalai menjadi spot pariwisata patut diapresiasi dan layak diadaptasi untuk mengembangkan daerah berpotensi serupa di Jawa Tengah.
“Keberhasilan warga Sambirejo dalam bergotong-royong menyulap lahan terbengkalai jadi pariwisata ini benar-benar patut diapresiasi, bahkan layak diadaptasi di lokasi dengan potensi alam yang serupa di Jateng” jelas Ariston.
“Kita punya bekas tambang di Sukolio, Pati, Jepara, juga di Kudus. Ketiganya memiliki potensi alam yang cantik seperti Tebing Breksi” lanjutnya.
Lebih jauh, Ariston menyebut pengelolaan lahan bekas galian seyogyanya dapat diselenggarakan dengan basis ekonomi sirkular. Sehingga tidak hanya mampu memaksimalkan serapan keuntungan ekonomis, namun juga mampu mempertahankan keselarasan dan sumber daya alam sekaligus meminimalisir kerusakan alam di kemudian hari.
“Pengelolaannya tentu akan lebih maksimal dan lebih sehat dengan metode ekonomi sirkular, warga dapat mengelola dan memanfaatkan potensi alam dengan bijak untuk menyokong Pariwisata tersebut” pungkas Ariston.