

SEMARANG, PKS Jateng Online – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 02 Ahmad Luthfi dan Taj Yasin siap meluncurkan langkah strategis berkelanjutan untuk mengurangi dampak dan resiko bencana di Jawa Tengah.
Dalam debat kedua Cagub dan Cawagub Jawa Tengah yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng pada hari Minggu, (10/11/2024), Ahmad Luthfi menyampaikan bagaimana cara memitigasi bencana untuk daerah yang menjadi langganan bencana.
“Tahun 2023 Jateng merupakan salah satu dari lima provinsi yang sering mengalami bencana alam, oleh kerena itu untuk memitigasi hal ini yang pertama kita akan menciptakan penanggulangan bencana secara terpadu..” kata Luthfi.
Menurut data BPBD provinsi Jateng,terhitung ada 9 titik yang dianggap sebagai daerah rawan banjir diantaranya, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kendal, Kota Semarang, Demak, Kudus, Pati, Jepara, dan Grobogan.
Sementara itu daerah rawan terjadi tanah longsor meliputi, Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Karanganyar, Purworejo, Kebumen, Magelang, dan Temanggung.
Pada kesempatan yang sama, Gus Yasin juga memperkenalkan program Ngopeni Bumi. Ini merupakan program yang akan melibatkan kerjasama pemerintah dan masyarakat Jawa Tengah untuk menjaga dan memakmurkan bumi.

“Dampak perubahan iklim semakin terasa, setiap agama mengajarkan untuk mencintai lingkungan. Tuhan memerintahkan kepada manusia untuk memakmurkan bumi, komitmen Ngopeni Bumi sudah dilakoni selama 5 tahun terakhir dengan membangun infrastruktur penggerak ekonomi sekaligus memperkuat daya dukung lingkungan.” terang Gus Yasin.
“Bersama pemerintah pusat kami membangun ratusan embung, kita mendorong energi terbarukan di desa, baik menggunakan tenaga surya ataupun hidro..” tambahnya.
Program mitigasi bencana tersebut tercantum secara rinci dalam misi Luthfi-Yasin nomor 4 tentang mewujudkan pembangunan infrastruktur Jawa Tengah yang merata dan berkeadilan, melalui perencanaan tata ruang yang responsif.
Penanggulangan bencana secara terpadu yang dimaksud, dijelaskan secara rinci diantaranya :
- Menggunakan sistem deteksi dini bencana alam pada aplikasi Jateng Ngopeni.
- Rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana dan recovery termasuk penataan drainase dan penanggulangan banjir.
- Menciptakan Desa Tangguh Bencana.
- Mendorong revitalisasi embung.
- Meningkatkan kemampuan SDM dengan edukasi untuk masyarakat.
- Penguatan petugas BPBD.
- Sekolah aman bencana bagi siswa, pekerja, dan nakes.
- Recovery hutan.