Logo DPW PKS Provinsi Jawa Tengah Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Jawa Tengah Kunjungi Sosmed Kami
Kembali ke Berita Berita Fraksi

Sururul Fuad: Pemuda Harus Adaptif

WhatsApp Image 2024 11 13 at 05.45.41

Bumiayu – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sururul Fuad, Lc menegaskan bahwa pemuda perlu memiliki sikap adaptif untuk menghadapi tantangan hidup yang semakin kompleks. Pernyataan tersebut disampiakannya kala menjadi narasumber pada acara Focus Group Discussion bertema Membangun Generasi Pemimpin melalui Pendidikan berkarakter. Acara itu ditujukan kepada mahasiswa Bumiayu pada Selasa (12/11/2024).

Sururul Fuad menuturkan, pemuda dewasa ini menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Pasalnya lanskap ekonomi hingga sosial-budaya berubah dan bertransformasi sedemikian cepat, demikian pula dengan dinamika politik yang tak pasti. Hal tersebut tentunya mennyebabkan banyak ketidakpastian dalam segala aspek kehidupan. Pada bidang bisnis dan ketenagakerjaan, disrupsi menuntut adaptasi dinamis dari sumber daya manusia demi terus menyesuaikan tuntutan masyarakat ataupun pasar.

Sejalan dengan problematika tersebut, Sururul Fuad mewanti-wanti mahasiswa untuk memanfaatkan dan memaksimalkan kesempatan belajar di kampus dengan menggali ilmu, menempa diri dengan pengalaman, serta mengembangkan banyak soft skill. Anggota dewan yang juga menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan bahwa berbagai ilmu yang telah didapat di bangku kuliah perlu dilengkapi dengan pengembangan diri dan soft skill yang baik. Dirinya mengumpamakan soft skill bagaikan alat pengasah pada pisau. Beberapa soft skill yang banyak diperlukan adalah skill komunikasi, critical thinking, problem solving, hingga kepemimpinan.

“Hard skill yang kalian dapat di bangku kuliah nanti pada prakteknya di dunia kerja perlu dilengkapi dengan soft skill. Hubungan keduanya seperti pisau dan alat pengasahnya. Pisau tidak akan efektif digunakan kalau tumpul kan?” ujar Sururul Fuad.

” Calon sarjana harus mengetahui kemampuannya dan berusaha untuk meningkatkan dan menambah skill yang dbutuhkan dalam menghadapi tantangan jaman. Barang siapa tidak bisa mengetahui kemampuannya maka dia akan berhenti di situ” imbuhnya.

Dirinya menuturkan bahwa sebagian besar soft skill dapat diasah dengan berorganisasi. Kemampuan seperti komunikasi, publik speaking, negosiasi, critical, thinking, problem solving, hingga kepemimpinan mudah dikembangkan jika mahasiswa mau terjun dan menekuni organisasi. Tak harus organisasi besar seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), kelompok-kelompok kecil di bidang koperasi, minat-bakat hingga kerohanian dapat memberikan pengalaman yang serupa.

Kedepan, Mahasiswa diproyeksikan mampu menjadi penggerak dan pemimpin masyarakat di lingkungannya masing-masing. Oleh karenanya mahasiswa harus siap dan mampu bermasyarakat.

“lulusan sarjana harus siap bermasyarakat, bergaul dengan masyarakat dengan pergaulan yang baik. Manakala dibutuhkan harus siap menjadi Ketua RT, Kepala Desa dan seterusnya” jelasnya.

Dalam FGD tersebut, hadir pula Faiz Hanani dan Imam Mas’ud selaku praktisi pendidikan. Senada dengan Sururul Fuad, Imam Mas’ud juga menekankan mahasiswa untuk mempertajam kemampuan critical thinking dengan meningkatkan aktivitas literasi dan memperbanyak referensi.

Sementara itu Faiz Hanani mengingatkan pentingnya up-grade kemampuan pada mahasiswa.

“Saat ini kita berada pada era 4.0 menuju 5.0. menurut penelitian Forum Ekonomi dunia di masa yang akan datang akan ada 15 profesi yang hilang. Oleh karenanya betul kata Pak Sururul Fuad, Kita harus menyiapkan diri menghadapi peubahan yang cepat,” ujar Faiz.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Dukung Swasembada Pangan Petani Purworejo, Amir Masduki Serahkan Cultivator Bantu Proses Pengolahan Lahan
PKS Jawa Tengah Gelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia, Cetak Pemimpin Muda Masa Depan
KING INDO JUARA: Karena yang Bertahan Tak Pernah Benar-Benar Kalah