

Semarang – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah terpilih periode 2024-2029, Amir Masduki menegaskan bahwa Jateng perlu solusi fundamental atas kondisi deflasi-inflasi yang tengah terjadi. Hal tersebut disampaikannya menanggapi isu deflasi-inflasi yang sedang hangat bergulir.
Sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mengalami inflasi sebesar 0,05 persen secara month to month (m-t-m) atau bulanan pada September 2024 setelah empat bulan berturut-turut ditekan deflasi.
Lima komoditas barang yang diketahui menyumbang inflasi diantaranya adalah bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen, kopi bubuk (0,05%), akademi atau perguruan tinggi (0,03%), beras (0,02%), hingga minyak goreng (0,01%). Di lain sisi, deflasi disokong oleh komoditi makanan, minuman, dan tembakau.
Amir Masduki menyampaikan bahwa baik deflasi maupun inflasi dapat menjadi keresahan dalam fluktuasi pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya Dirinya terus menghimbau Pemerintah dan masyarakat untuk pantang terlena pada kondisi ekonomi yang tengah terjadi, terlebih pada kondisi deflasi yang ‘menjebak’.
“Baik deflasi ataupun inflasi ini tidak boleh membuat semua pihak lengah, karena biar bagimanapun dapat menjadi ancaman bagi pertumbuhan ekonomi Jateng” ujar Amir.
Sejalan dengan itu, Dirinya meminta, kepada Pemerintah melalui Dinas terkait untuk terus melakukan pemantauan harga komoditas pemyumbang inflasi maupun deflasi. Utamanya pada harga komoditas pangan dan kecukupan ketersediaan pangan yang sangat berpengaruh bagi masyarakat dengan ekonomi rentan.
Kendati demikian, Amir menegaskan bahwa solusi pemantauan, pengendalian harga pangan, bahkan bantuan sosial tak boleh menjadi tulang punggung penyelesaian masalah. Perlu ada solusi fundamental yang terus diupayakan untuk meminimalisir fluktuasi.
Baginya, Pemerintah perlu mengupayakan dan memperluas ketersediaan lapangan kerja dengan insentif yang sesuai dengan kondisi masyarakat, utamanya pada sektor formal seperti buruh dan tenaga pendidik. Selain itu, Pemerintah perlu secara kontinu memberikan dukungan peningkatan produktivitas pertanian demi menjamin ketersediaan pangan yang berkelanjutan.
“Jateng butuh solusi fundamental, Maka harapannya (Pemerintah) mengupayakan solusi fundamental juga, terkait ketersediaan lapangan kerja non-formal yang dalam tanda kutip manusiawi, dan jaminan dukungan peningkatan produktifitas pertanian yang berkelanjutan” ungkap Amir.