Semarang – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hadi Santoso mendorong Pemerintah Jawa Tengah (Pemprov) agar serius dalam menyelenggarakan percepatan pembangunan infrastruktur Jatengdalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut Dirinya sampaikan dalam kesempatan talkshow stasisun TA TV pada Selasa (25/7/24).

“90% kondisi jalan di Jawa Tengah dalam kondisi baik, namun perlu adanya kenaikan anggaran dalam membangun dan merawatnya agar jalan tersebut masuk dalam kategori mantap dan permukaannya halus”,  papar Hadi Santoso dalam program yang bertajuk ‘Aspirasi Jawa Tengah’.

Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur sangat penting dilakukan untuk menunjang sektor pendidikan dan ekonomi. Mengingat mobilitas warga Jawa Tengah yang semakin hari semakin meningkat dan membutuhkan fasilitas yang memadai salah satunya adalah infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur dewasa ini masif diselenggrakan di seluruh Provinsi di Indonesia, tak terkecuali di Jawa Tengah. Salah satu diantaranya adalah jalan tol bebas hambatan yang diandalkan dapat memangkas jarak tempuh berikut cost atau biaya distribusi antar daerah.

Pria yang juga merupakan politisi senior asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai percepatan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu hal yang penting dan fundamental dalam mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat.

“Contoh halnya adalah pembangunan tol Solo Jogja, akan ada pemotongan waktu yang signifikan. Jalan tol sangat membantu proses percepatan mobilitas, agar kemudian Solo Klaten mendapatkan efek domino dari pariwisata yang ada di kota Jogja”, paparnya.

Hadi menegaskan bahwa terdapat tiga ruas jalan tol yang sedang berada dalam proses pembangunan oleh pemerintah yakni tol Semarang-Demak, Bawen-Jogja dan Solo-Jogja. Dalam hal ini, proyek tol Semarang-Demak perlu mendapatkan perhatian ekstra lantaran memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai penghubung sekaligus tanggul.

“Ruas tol Bawen Jogja dan Ruas Solo Jogja sedang on progress. Pembangunan yang sangat mendesak dan perlu mendapat perhatian justru ada di ruas tol Semarang Demak karena memiliki dua fungsi selain sebagai jalan bebas hambatan juga sekaligus menjadi penghalang banjir rob” jelasnya.

Lebih lanjut, Hadi berharap agar Pemprov Jateng turut memerhatikan efek dari pembangunan jalan tol. Salah satunya yakni geliat UMKM yang menurun. Hal tersebut perlu diperhatikan dan dicarikan solusi meskipun kebijakan dari pemerintah sendiri telah menjamin sediaan sebanyak 30% tenant di rest area untuk UMKM lokal setempat.

“Harus ada intervensi dari pemerintah agar UMKM yang awalnya unit usaha ada dirumah, dipindah ke tempat yang baru (rest area)”, pungkasnya.