

Kompas/P Raditya Mahendra Yasa
Semarang – Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Riyono, S.Kel., M. Si. menegaskan bahwa Jateng tak boleh merugi akibat imbas dari prubahahan iklim/ Hal tersebut Dirinya sampaikan saat dimintai keterangan pada Jumat (21/6/2024).
Perubahan iklim bukanlah narasi utopis atau sebatas ramalan semata. Perubahan iklim telah nyata terjadi hingga menjadi menyebabkan berbagai macam bencana alam yang mengancam nyawa dan kestabilan sosial-ekonomi. Oleh karenanya dampak perubahan iklim sama sekali tak bisa diremehkan.
Dalam segi kestabilan sosial-ekonomi misalnya, perubahahan iklim menimbulkan kenaikan muka air laut yang akhirnya berujung pada bencana banjir rob di wilayah pesisir Jawa Tengah seperti Pekalongan dan Semarang. Dilansir dari harian Kompas, banjir rob menggerus 100 hektar lahan pertanian produktif hingga menggenangi lahan pemukiman. Akibatnya, perekonomian masyarakat lumpuh hingga mati perlahan lantaran kemampuan produksi menurun sementara beban biaya perbaikan rumah masyarakat semakin meningkat.
“Kerugiannya besar sekali, tak tanggung-tanggung akumulasi kerugian dari tahun 2020 sampai 2024 menyentuh angka 11,4 triliun. Itu baru di bidang pertaniannya saja” sebut Riyono.
Oleh karenanya, Riyono menegaskan bahwa Jawa Tengah tak boleh terus-menerus merugi lantaran terimbas perubahan iklim. Dirinya mendorong Pemerintah untuk segera mengupayakan perencananan dan program penanggulangan serta pengendalian problematika tersebut. Berkenaan dengan hal tersebut, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Jawa Tengah 2025-2045 diharapkan dapat mengidentifikasi secara spesifik dan terukur akar masalahnya dan merumuskan perencanaan pembangunan secara tepat terkait tantangan tersebut.
“Jateng tak boleh terus merugi! Maka Kami terus mendorong Pemerintah untuk segera mengupayakan perencanaan dan program dalam rangka penanggulangan dan pengendalian dampak perubahan iklim ini. Sehingga kami harapkan RPJPD 2025-2045 turut mengakomodir identifikasi spesifik dan terukur beserta perumusan perencanaan pembangunan yang tepat” jelas Riyono.