Logo DPW PKS Provinsi Jawa Tengah Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Jawa Tengah Kunjungi Sosmed Kami
Kembali ke Berita Berita Fraksi

Agung BM: Jateng Harus Waspada Krisis Moral

Ketua Gema Keadilan Jawa Tengah Agung Budi Margono

Semarang – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Jawa tengah, Agung Budi Margono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng harus waspada krisis moral.

Hal tersebut menyusul kasus pelanggaran moral dan asusila yang dilakukan oleh pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Ngaliyan, Semarang pertengahan Juni lalu. Pelaku berinisial RF yang kini diamankan oleh Polrestabes Semarang diketahui menyebarkan video persetubuhan dengan pacar (korban) kepada orangtua dan kakak korban, hingga grup teman korban malalui whatsapp.

Saat diadili, Pelaku mengakui perbuatannya dengan dalih ingin mendapatkan restu dari orangtua korban. Pelaku yang masi berusia 19 tahun tersebut mengancam dan meretas whatsapp korban untuk memuluskan aksinya. Sementara itu, korban dalam kondisi trauma fisik dan psikis

Menanggapi kasus tersebut, Agung BM menegaskan bahwa krisis moral harus mulai menjadi perhatian serius. Pasalnya, sederet pelanggaran asusila, higga bullying belakangan kerap terdengar. Mirisnya pelanggaran tersebut juga dilakukan oleh pelajar.

“Belakangan banyak kami terima informasi dan berita-berita pelanggaran asusila, bullying. Mirisnya banyak dari pelaku pelanggarnya justru pelajar” ujar Agung BM saat dimintai keterangan Kamis (20/6/2024)

Lebih lanjut, Pria yang juga merupakan Anggota Legislatif DPRD Jateng Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Semarang tersebut mendesak Pemprov Jateng untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus-kasus pelanggaran moral yang terjadi.

“Berkenaan dengan ini, Kami meminta Pemprov untuk memberikan perhatian serius terhadap segala pelanggaran moral yang terjadi. Jateng harus waspada krisis moral. Jangan sampai kasus-kasus seperti ini semakin marak atau bahkan lazim terjadi. Sesegera mungkin perlu bersama ditanggulangi dan carikan solusi preventif” desaknya.

Dirinya menjelaskan bahwa bentuk perhatian serius oleh Pemprov agar diwujudkan dengan langkah-langkah penanggulangan strategis hingga preventif jangka panjang berupa penanaman karakter hingga regulasi terkait.

Agung BM menambahkan bahwa peran pendidik dan masyarakat tentu menjadi dukungan utama dalam mengatasi permasalahan moral ini. Masyarakat khususnya orangtua seyogyanya meningkatkan pula perhatian dan pendampingan dalam internalisasi nilai kepada anak.

“Selain itu, dukungan pendidik dan masyarakat ini penting sekali. Harapannya bisa meningkatkan perhatian dan pendampingan kepada anak” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Dukung Swasembada Pangan Petani Purworejo, Amir Masduki Serahkan Cultivator Bantu Proses Pengolahan Lahan
PKS Jawa Tengah Gelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia, Cetak Pemimpin Muda Masa Depan
KING INDO JUARA: Karena yang Bertahan Tak Pernah Benar-Benar Kalah