Logo DPW PKS Provinsi Jawa Tengah Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Jawa Tengah Kunjungi Sosmed Kami
Kembali ke Berita Berita Fraksi

Hadi: Pancasila dan Tantangan Persatuan di Jateng

WhatsApp Image 2024 06 20 at 13.58.01

Semarang – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hadi Santoso, S.T., M.Si. menyebut pancasila sebagai pemersatu bangsa. Tak akan ada persatuan dan kesadaran berbangsa tanpa berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Pancasila. Hal tersebut Dirinya sampaikan saat menjadi pembicara di Stasiun Radio Up Radio dan USM Jaya pada Jumat (14/62024).

Dalam kesempatan tersebut, Dirinya hadir bersama rekan DPRD lainnya yakni Ferry Wawan Cahyono (Fraksi Partai Golkar) dan Heri Pudyatmoko (Fraksi Gerindra) beliau menyampaikan bahwa, “Pancasila menjadi Ideologi bangsa yang dapat menyatukan berbagai kalangan di negeri ini,” ungkapnya.

Berkenaan dengan internalisasi nilai-nilai Pancasila, Hadi turut menyebutkan bahwa Pemuda saat ini cenderung merasa asing dan menghindari bahasan-bahasan yang berkaitan dengan Pancasila.

“Saat ini Pancasila terlihat asing bagi anak muda khususnya Mahasiswa, bahkan tema Pancasila akan di-skip karena tidak lagi menarik dalam dunia mereka” jelasnya.

Menurutnya, Fenomena ini disebabkan lantaran Pemuda acap kali mengasosiasikan bahasan Pancasila dengan isu sensitif seperti ideologi, anti-NKRI hingga pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Sehingga pada akhirnya Pemuda cenderung menghindari pembahasan bahkan keterlibatan dalam diskusi terkait. Terlebih, pesatnya arus informasi seringkali mengaburkan makna luhur Pancasila dengan pemberitaan dan pandangan tak berdasar oleh oknum tak bertanggungjawab.

Lebih jauh, Pancasila yang seharusnya menjadi jiwa dan prinsip pemuda untuk saling bersatu dalam berkarya serta berbangsa justru cenderung dihindari karena kekhawatiran tak beralasan terkait kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Selain itu, politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menguraikan beberapa tantangan dalam mewujudkan persatuan di Jawa Tengah. Beliau menilai faktor kesenjangan ekonomi hingga Pilkada dapat menjadi faktor perpecahan di tengah masyarakat.

“Saya berharap kesenjangan ekonomi di Jawa Tengah khususnya angka kemiskinan dapat terus menurun. Saat ini terdapat 3.791,50 warga miskin di Jawa Tengah yang membutuhkan kesejahteraan dan keadilan. Jika angka ini terus meningkat maka kesenjangan sosial akan melebar hingga menjadi pemicu perpecahan antar masyarakat”,tuturnya.

Beliau berharap, “Masyarakat dan Pemerintah terus bahu membahu menjaga persatuan dan kesatuan khususnya menghadapi momen Pilkada yang semakin dekat. Masyarakat jangan mudah tersulut emosi hanya karena kepentingan sesaat”, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Dukung Swasembada Pangan Petani Purworejo, Amir Masduki Serahkan Cultivator Bantu Proses Pengolahan Lahan
PKS Jawa Tengah Gelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia, Cetak Pemimpin Muda Masa Depan
KING INDO JUARA: Karena yang Bertahan Tak Pernah Benar-Benar Kalah