

Semarang – Provinsi Jawa Tengah mencatat ada 20 kabupaten/kota mengalami kenaikan angka stunting. Fakta tersebut dikeluarkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada Desember 2023.
Sebanyak 20 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan angka stunting-nya yaitu Brebes, Purbalingga, Grobogan, Temanggung, Kabumen, Karanganyar, Magelang, Rembang, Purworejo, Sragen, Blora, Pekalongan, Wonogiri, Kota Pekalongan, Pati, Semarang, Batang, Kudus, dan Kota Magelang.
Mengutip dari laman resmi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, stunting pada anak dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor, mulai dari faktor genetik, kurangnya asupan nutrisi saat di dalam kandungan dan setelah lahir, infeksi berulang, hingga tingkat pengetahuan orang tua yang rendah mengenai tumbuh kembang normal anak.
Kendati demikian, Ida menjelaskan bahwa stunting di masa kehamilan masih harus menjadi fokus utama Pemerintah, Pasalnya kondisi stunting saat kehamilan beresiko menyebabkan anak lahir dalam keadaan stunting. Hal tersebut dikarenakan gizi ibu hamil berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Dirinya kemudian menegaskan bahwa penekanan angka stunting harus ditekankan pada pemenuhan nutrisi ibu hamil.
“Beri perhatian ekstra pada ibu hamil! Pencegahan stunting pada ibu hamil masih harus menjadi prioritas bagi pemerintah” tegas Ida.
“Karena apa, mencegah stunting pada anak perlu dilakukan sejak masa kehamilan. Anak yang mengalami masalah pertumbuhan sejak di dalam kandungan akan berisiko mengalami stunting saat balita.” tandasnya.