

Kabupaten Semarang – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Arifin Mustofa menyebut perlunya penambahan dan pemerataan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di seluruh wilayah jawa tengah utamanya di rest area jalur tol.
Bukan tanpa alasan, Arifin menilai masyarakat perlahan mulai melirik penggunaan kendaraan listrik karena dinilai lebih hemat dan ramah lingkungan untuk pemakaian jangka panjang. Terlebih kebijakan diskon pajak kendaraan listrik kembali berlanjut untuk periode Januari hingga Desember 2024. Diketahui pajak pertambahan nilai (PPN) kendaraan listrik hanya dibebankan sebesar satu persen dari harga jual mobil.
Penggunaan moda transportasi listrik saat mudik lebaran 2024 banyak dipertimbangkan masyarakat. Hanya saja ketersediaan SPKLU di Jateng masih terbilangterbatas dan kurang merata, sehingga kurang memungkinkan untuk memfasilitasi kegiatan mudik dengan jarak tempuh dan tujuan yang lebih jauh. Di Jawa Tengah sendiri hanya ada 21 SPKLU dan 24 area istirahat. Titik persebarannya kebanyakan masih bergumul di area Semarang dan Surakarta.
Arifin menjelaskan bahwa jarak tempuh kendaraan llistrik berkisar antara 180-500 kilometer dengan asumsi tak ada gangguan. Jarak tempuh yang terbatas tersebut mengharuskan mobil listrik banyak beristirahata untuk pengisian daya.
“Jarak tempuhnya berbeda beda tergantung kelasnya, hanya saja yang banyak dimiliki masyarakat itu antara 180-200 kilometer dan kelas menengah dengan 400 kilometer. Oleh karena itu masyarakat tentunya sanhgat membutuhkan penambahan dan pemerataan SPKLU. Sehingga lebih memungkinkan untuk mudik tanpa melulu mengandalkan portable charger tambahan” jelas Arifin.
Menanggapi permsalahan tersebut, Arifin mendorong Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera menambah dan memeratakan persebaran “pom-pom” listrik di seluruh wilayah Jawa tengah.
“Oleh karena itu, kami terus mendorong PLN untuk segera memberi tambahan dan pemerataan pengisian daya kendaraan listrik, utamanya di rest area tol” ujar Arifin.