

Surakarta – Jawa Tengah masih dilingkupi duka mendalam selepas ditinggalkan oleh salah seorang tokoh paling bersahaja dan inspiratif. Beliau, Almarhum Quatly Abdulkadir Alkatiri menghembuskan nafas terakhirnya di kota yang ia cintai Surakarta pada Senin (15/4/2024) pukul 13.30 waktu setempat.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Wardah Basyir Alkatiri serta tujuh orang anak yakni Hanifah Quatly Alkatiri, Harits Jundulah Alkatiri, Hamzah Jundullah Alkatiri, Amrah Al Khonsa Alkatiri, Hudzaifah Saifullah Alkatiri, Maryam Quatly Alkatiri, dan Salim Quatly Alkatiri.
Semasa hidupnya, Almarhum Quatly dikenal sebagai sosok yang begitu bersahaja, aktif, supel, dan senang berbagi ilmu. Menjadi salah satu lulusan universitas ternama di dunia, University of Berlin Jerman tak kemudian membuatnya serupa “kacang lupa kulit”. Almarhum tak pernah jumawa apalagi melupakan tanah air yang dicintainya.
Almarhum Quatly menyerap ilmu, pengalaman dan kebijaksanaan hidup dengan baik selama di Jerman untuk kemudian ia terus tularkan dan inspirasikan di tanah air. Satu dari sekian banyak pelajaran hidup berharga dari Jerman yang masih terus melekat padanya adalah kedisiplinan. Almarhum Quatly begitu menghargai waktu dan kesempatan. Baginya manusia tak akan bisa saling menghargai tanpa terlebih dahulu menghargai waktu dan kesempatan.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Agung Budi Margono mengungkapkan kesannya selama mengenal sosok Quatly Alkatiri.
“Almarhum MasyaAllah begitu bersahaja, selalu meradiasikan kebaikan, hal positif. Salah satu yang kami kenang adalah beliau sosok yang begitu rendah hati dan disiplin. Dalam mengemban amanah di DPRD Jateng ini Beliau memposisikan diri benar-benar sebagai wakil rakyat, begitu aktif dan disiplin dalam seluruh rapat dan kegiatan. Kemudian juga sangat dekat dengan masyarakat. (Beliau) benar-benar menginspirasi” ungkap pria yang akrab dipanggil Agung BM tersebut.
Dalam dunia politik, Quatly merupakan salah satu sosok hebat dibalik berjayanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jawa Tengah. Almarhum menjadi salah satu penggerak utama yang terus mendorong ikhtiar-ikhtiar pengembangan partai.
Saat masih menjalani studi di Jerman, Dirinya dipercaya sebagai Ketua PKS Eropa. Saat “pulang kampung” ke tanah air pada tahun 2002, Quatly kemudian dipercaya menjabat sebagai DPD PKS Kota Solo. Semangat dan kegigihan Quatly kala itu kemudian menjadi salah satu jalan kemenangan Partai PKS untuk memenangkan empat kursi pada Pemilu 2004 dari yang sebelumnya hanya satu kursi.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah, Muhammad Afif mengungkapkan kesan mendalam semasa hidup Almarhum.
“Almarhum adalah salah seorang sosok hebat dibalik kejayaan PKS di Jawa Tengah. Semangat dan dedikasi Almarhum begitu luarbiasa untuk partai dan masyarakat luas” ungkap Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah, Muhammad Afif.
Kiprahnya dalam dunia politik praktis tak main-main. Beliau menjadi anggota DPRD Kota Surakarta selama tiga periode yakni dari tahun 2004 hingga 2019. sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD Jateng dan dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jateng pada Periode 2019 hingga 2024.
Pada pemilihan umum tahun 2024 ini-pun, Quatly kembali dipercaya oleh masyarakat Jawa Tengah untuk terpilih kembali menjadi anggota DPRD Jateng dengan perolehan 80,000 suara. Namun takdir Allah berkata lain. Quatly Abdulkadir Alkatiri dipanggil Yang Maha Kuasa pada usia 63 tahun.
Sementara itu, dimata masyarakat terutama kaum muda, Almarhum Quatly diakui sebagai sosok rendah hati yang tak pelit berbagi ilmu. Almarhum semasa hidupnya gemar menginspirasi pemuda melalui berbagai platform dan kesempatan acara. Almarhum selalu berpesan kepada kaum muda untuk tak pernah lelah belajar dan berkarya. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu dan masa muda.
Kepergian sosok Quatly Alkatiri menjadi kesedihan mendalam untuk seluruh lapisan masyarakat, utamanya di Jawa Tengah. Menyiratkan sebesar dan seluas itulah inspirasi dirinya menyentuh hati masyarakat. Bukan hanya Surakarta atau Jateng yang kehilangan Quatly, sejatinya Indonesia juga kehilangan sosok yang mungkin akan terus dikenang dan selamanya menginspirasi negeri. Terimakasih Quatly Alkatiri. Selamat Jalan, kami meridhoi.