

Semarang – Awal tahun 2024 diwarnai kegelisahan masyarakat Jawa Tengah terkait ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng hingga Januari 2024 menyebutkan bahwa terdapat 1.010 kasus DBD di Jateng, sementara itu, 34 kasus di antaranya berujung kematian. Data tersebut menunjukka adanya tren kenaikan kasus dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Desember 2023) dengan 404 kasus.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida mengungkpakan keprihatinannya terkait musibah kasus DBD yang sedang marak terjadi tersebut.
Kendati kasus DBD memang cenderung marak terjadi pada awal dan akhir tahun atau saat musim penghujan, namun bukan berarti masyarakat dan Pemerintah melalui Dinas terkait boleh pasrah atau bahkan abai.
“Walaupun memang kasusnya cenderung meningkat tiap awal dan akhir tahun tapi kita, masyarakat dan Pemerintah tidak boleh abai. Titik tekannya kemudian adalah pada pencegahan penyebaran dan penurunan resiko kematian pada penderita” tutur Ida dalam kesempatan wawancara Minggu (10/3/2024)
Anggota legislatif asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut bahwa kolaborasi antara masyarakat dan Pemeirntah lagi-lagi menjadi solusi paling efektif yang mampu diusahaakan.
“Kalau hanya mengandalkan Pemerintah dengan perawatan di rumah sakit tentu tidak tepat, masyarakat perlu kooperatif juga dengan lebih mawas diri terhadap diri dan keluarganya. Jadi semua pihak sama-sama berusaha” lanjut Ida.
Saat ditanya mengenai upaya apa yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menanggulangi tren kasus DBD ini, Ida menjelaskan bahwa dapat dimulai dengan membersihkan rumah dan lingkungan, serta memastikan konsumsi makanan yang dapat memlihara daya tahan tubuh,
“Cukup dua, rutinkan bebersih lingkungan. Jangan sampai beri ruang nyamuk untuk berkembangbiak. Kemudian konsumsi makanan yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh.”
Lebih lanjut, Ida menegaskan bahwa meningkatkan daya tahan tubuh tidak melulu harus dengan membeli vitamin atau suplemen kesehatan yang mahal. Cukup dengan perbanyak konsumsi sayur, buah, dan rerimpangan seperti jahe, kunyit, dan sereh.
“Nggak perlu beli vitamin atau suplemen mahal. Sayur, buah dan rerimpangan seperti jahe, kunyit, dan sereh itu justru powerfull meningkatkan imun” tegas Ida.
Dalam akhir wawancaranya, Ida menyampaikan harapannya agar tren kasus DBD ini segera menurun dan masyarakat mampu menjaga gaya hidup bersih-sehat hingga tak mudah terserang penyakit.