

Tegal – Tingginya curah hujan pada awal Maret 2024 mengakibatkan luapan banjir yang tak terelakkan dari Sungai Kemiri Pemali -Comal. Banjir akibat luapan sungai Kali Kemiri dan Gangsa Tegal memang kerap terjadi saat volume air sungai meningkat di musim penghujan.
Komisi III DPRD Kota Tegal mendiskusikan masalah tersebut ke DPRD Jawa Tengah pada Selasa (5/3/2024). Dalam kesempatan tersebut, rombongan Komisi III DPRD Kota Tegal menanyakan perihal bantuan penanggulangan banjir bersama Setwan Provinsi Jateng.
Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Arifin Mustofa bersama rombongan Komisi D DPRD Jateng memantau proyek bendungan Sungai Kemiri di Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pemali Comal Dinas Pengelolaan Sumber Daya dan Tata Ruang (Pusdataru).
Dalam kesempatan tersebut, rombongan Komisi D DPRD Jateng menanyakan perihal komposisi bahan yang digunakan dalam pembangunan bendungan. Hal tersebut mengingat kualitas konstruksi merupakan hal terpenting untuk menjamin kekuatan bendungan menahan tingginya debit air.
Pihak Sub Koordinator Pembangunan & Rehabilitasi Bidang Sungai Bendungan & Pantai Dinas Pusdataru Provinsi Jateng, Nur Hidayat menjawab bahwa konstruksinya sendiri terdiri dari beton siklop dan batu belah dengan perbandingan 60% : 40%.
“Dalam pembangunan parapet, kami menggunakan konstruksi beton yang terdiri dari dua campuran yaitu beton siklop dan batu belah. Betonnya sendiri menggunakan beton ready mix 60 persen dan batu belah 40 persen. Ini insya Allah sudah kokoh menggulangi luapan air sungai,” jelas Nur. Lebih lanjut diakui Nur proyek pembangunan ini hanya terkendala anggaran yang bertahap dan penanganan skala prioritas.
Sementara itu, anggota Komisi DPRD Jateng, Arifin Mustofa berharap Pemerintah Kota Tegal dapat terus mengawasi pembangunan bendungan tersebut dengan baik dan teliti, sehingga pembangunan berjalan lancar, maksimal dan sesuai prosedur serta perencanaan.
“Kami berharap Pemerintah Kota Tegal dapat terus mengawasi proyek tersebut dengan baik agar berjalan maksimal sesuai prosedur dan perencanaan” ungkap Arifin.