

Kendal – Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah, Agung Budi Margono mengamati perkembangan ekonomi kreatif yang luar biasa di masyarakat. Hal tersebut diakuinya sudah mulai terasa sejak Indonesia dibelenggu pandemi Covid-19. Tak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 menjadi stimulus paling kuat dalam mendorong masyarakat untuk berusaha beradaptasi dan menggeluti dunia ekonomi kreatif. Pasalnya sektor tersebut mampu bertahan bahkan berkembang pesat di saat sektor usaha lain justru harus pasrah melemah hingga berujung pada PHK karyawan.
Karena itu, Agung meyakini perlu dilakukan pemetaan terkait dengan ekonomi kreatif berbasis pada kerakyatan dan kultur di Jawa Tengah. Hal tersebut bertujuan untuk menggali, mengembangkan, dan memaksimalkan potensi wilayah dan sumber daya manusia (SDM).
“Ekraf ini suatu hal yang baru bagi kita semua, tetapi memiliki sebuah dampak positif bagi perekonomian. Oleh karenanya perlu rasanya dilakukan pemetaan potensi ekonomi kreatif di Jawa Tengah,” jelas Agung BM saat mengunjungi beberapa Sentra Ekonomi kreatif di Kabupaten Semarang dan Kendal dalam acara program Dialog TV Proaktif DPRD Jateng.
Lebih lanjut, Bagi Agung BM, Sektor ekonomi kreatif tak akan pernah mati. Sebagaimana kreatifitas manusia itu sendiri.
“Saya kira sektor ini tak akan pernah mati. Sebagaimana kreatifitas manusia selalu berkembang dan membentuk zamannya sendiri. Ekraf ini sifatnya cenderung adaptif dan resilien, sangat cocok di tengah era disrupsi yang serba cepat dan tak pasti saat ini” sambung Agung BM.
Atas dasar semangat itulah Agung BM terus menggaungkan edukasi dan gerakan ekonomi kreatif berbasis kerakyatan di kalangan pemuda milenial dan generasi Z sebagai solusi dari masalah ketenagakerjaan seperti pengangguran dan sulitnya mendapatkan pekerjaan.
Calon Anggota Legislatif DPR-RI yang ramai dikenal dengan branding “Nges-Teh” tersebut menjelaskan bahwa usaha es teh merupakan salah satu simbol ekonomi kreatif yang berbasis kerakyatan, karena begitu dengan masyarakat.
Kedepan, Agung BM berharap masyarakat semakin terbuka dan terinspirasi untuk menggeluti dunia eknomi kreatif karena dapat menjadi solusi ketenagakerjaan terlebih untuk kaum milenial dan generasi Z.
“Harapannya masyarakat semakin terinspirasi untuk menggeluti dunia ekonomi kreatif sebagai solusi ketenagakerjaan” pungkas Agung BM.