

Klaten – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan Kabupaten Klaten sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari penemuan satu kasus polio di Manisrenggo Klaten.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida menghimbau masyarakat untuk tak panik dan mengikuti arahan Pemerintah.
“Sekarang statusnya KLB. Tapi masyarakat saya harapkan tak perlu panik. Pemerintah sudah menyiapkan PIN Polio untuk masyarakat Jateng-DIY”
Pemerintah dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta untuk mencegah penyebaran virus. Nantinya imunisasi akan ditujukan kepada anak-anak berusia tujuh tahun kebawah.
Lebih lanjut, Ida menjelaskan bahwa PIN Polio dimaksudkan sebagai imunisasi tambahan kepada anak terutama balita tanpa memandang status imunisasi polio sebelumnya.
“PIN Polio sifatnya tambahan, untuk mengurangi resiko penularan, memastikan tingkat kekebalan, juga memberikan perlindungan optimal kepada balita” jeas Ida.
Kendati pemerintah telah merencanakan langkah penanggulangan, Ida tetap menghimbau masyarakat untuk kembali mengetatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, Ia juga menghimbau mayarakat untuk melakukan imunisasi kepada anak sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk kembali mengetatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Juga mengajak anak imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan” papar Ida.
Sementara itu, kasus polio di Klaten diketahui menyerang seorang anak berinisial N yang baru saja pulang dari Sampang, Madura. Anak tersebut dikabarkan mengalami gejala kelumpuhan pada kaki setelah demam selama empat hari. Setelah dilakukan pemeriksaan laboraturium di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, N positif didiagnosa terjangkit virus polio.