

Banyumas – Menutup tahun 2023, Kota Banyumas justru mendapat catatan merah lantaran tingginya angka kriminalitas tahunan. Jumlah kasus kejahatan dan kriminalitas meningkat tajam sebanyak 487 kasus dibandingkan tahun sebelumnya yakni 441 kasus.
Kendati peningkatan kriminalitas mampu diatasi dengan cukup baik oleh Kepolisian Resor Kota Banyumas namun tindakan penanggulangan terebut tak efektif mencegah pertumbuhan kriminalitas.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Jasiman menjelaskan bahwa peningkatan kriminalitas erat kaitannya dengan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Masyarakat dengan desakan ekonomi cenderung berpotensi melakukan tindakan kriminalitas untuk memenuhi kebutuhannya dengan cepat.
“Yang perlu diperhatikan dari angka kriminalitas ini sebenarnya adalah penyebabnya. Kriminalitas erat kaitannya dengan desakan ekonomi. Maka yang perlu kita upayakan adalah pemerataan ekonomi” jelas Jasiman.
Pernyataan Jasiman dipertegas dengan data Polresta Banyumas yang menyebutkan bahwa kasus pencurian dengan pemberatan mendominasi indeks kriminal di Banyumas dengan 110 kasus, disusul narkoba 99 kasus, penipuan 69 kasus, pencurian kendaraan bermotor 20 kasus, dan kasus-kasus lainnya.
Jasiman mendorong pemerintah untuk segera menyusun solusi konkrit terkait ketenagakerjaan di Banyumas. Dalam hal ini Jasiman merekomendasikan peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan, edukasi, dan pembekalan keterampilan secara terpadu kepada seluruh masyarakat.
“Pemerintah dan dinas terkait perlu mendorong pembinaan, edukasi, dan pembekalan keterampilan kepada masyarakat. Harapannya masyarakat dapat terdorong untuk terjun ke dunia ekonomi kreatif hingga dapat mandiri secara ekonomi” lanjut Jasiman.
Lebih lanjut Jasiman berharap pelatihan keterampilan dapat diupayakan terus-menerus oleh pemerintah maupun lembaga swasta. Menurutnya, kemudahan akses pelatihan akan meningkatkan kesadaran dan ketertarikan masyarakat untuk berdikari.
“Harapannya semakin banyak program pelatihan, semakin mudah aksesnya, akan membuat masyarakat tertarik untuk berdikari” pungkas Jasiman.