Logo DPW PKS Provinsi Jawa Tengah Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Jawa Tengah Kunjungi Sosmed Kami
Kembali ke Berita Berita Fraksi

Agung BM Minta Pemerintah dan Masyarakat Waspadai Potensi Banjir Lahar Dingin Merapi

Agung BM Penurunan Target Pendapatan Daerah Sempitkan Belanja Fiskal Daerah

Magelang – Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta kembali menyemburkan awan panas pada Kamis malam (4/1/2024). Guguran material tercatat tersembur sejauh 1.800 meter ke arah barat daya Kali Bebeng, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Sejak November 2020, Merapi memang menempati status kebencanaan level III atau siaga karena aktivitas vulkanik masih cukup tinggi berupa erupsi efusif. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di radius 3-7 kilometer. Selain itu, potensi lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif sendiri diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Fraksi PKS Jawa Tengah, Agung Budi Margono, S.T., M.T. menyebut bahwa kondisi cuaca Jawa Tengah saat ini juga dapat menimbulkan potensi bencana banjir lahar dingin.

“Sebagaimana laporan PVMBG, biasanya ada potensi aliran lahar dingin saat musim penghujan di wilayah bergunung api aktif” jelas Agung BM.

Menanggapi kondisi tersebut, Agung BM menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apapun di area yang memiliki potensi bencana tinggi. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aliran lahar dingin.

“Sudah ada himbauan terkait area yang berpotensi bahaya. Kami harap masyarakat dapat menaati himbauan tersebut dengan tidak beraktivitas di area tersebut. Masyarakat di sekitar aliran sungai juga kami harap dapat meningkatkan kewaspadaan akan potensi banjir lahar dingin” ujar Agung BM.

Berkenaan dengan hal tersebut, Agung BM juga meminta Pemerintah dan masyarakat untuk terus bersiaga menghadapi potensi kebencanaan Gunung Merapi yang hingga kini berada di level III Siaga. Ia berharap, Pemerintah dapat berkaca pada erupsi freatik secara tiba-tiba dari Gunung Marapi Sumatera Barat awal Desember 2023 lalu. 

Gunung Marapi diketahui berada di level II Waspada sejak 3 Agustus 2011. Status tersebut menganjurkan tak adanya aktivitas apapun dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak. Sayangnya himbauan tersebut tak diindahkan hingga pada akhirnya bencana letusan menewaskan 23 orang pendaki.

“Kami berharap kejadian Gunung Marapi Sumbar kemarin bisa menjadi pelajaran juga peringatan bagi Pemerintah dan Masyarakat untuk tetap waspada dan siaga” ungkap Agung BM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Dukung Swasembada Pangan Petani Purworejo, Amir Masduki Serahkan Cultivator Bantu Proses Pengolahan Lahan
PKS Jawa Tengah Gelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia, Cetak Pemimpin Muda Masa Depan
KING INDO JUARA: Karena yang Bertahan Tak Pernah Benar-Benar Kalah