
Getasan – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, M.Pd. dorong masyarakat untuk tangguh menanggulangi bencana, khususnya alam. Hal tersebut Ia sampaikan dalam kesempatannya menjadi narasumber di acara pelatihan penanggulangan bencana. Acara tersebut diselenggarakan oleh Relawan Indonesia untuk Kemanusiaan (Relindo) Kabupaten Semarang pada Senin (25/12/2023).
Secara geologis, Provinsi Jawa Tengah memiliki lanskap dengan banyak sesar/patahan aktif serta lima gunung berapi aktif, diantaanya Slamet, Sindoro, Sumbing, Dieng, dan Merapi. Hal tersebut menyebabkan Jawa Tengah berada dalam kategori resiko sedang hingga tinggi.
Ida menyebutkan bahwa Jawa Tengah memiliki seluruh jenis ancaman bencana. Mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, kekeringan, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim/abrasi, hingga kebakaran hutan dan lahan.
“Angka indeks resiko bencananya tak kecil, jenis ancaman bencananya pun tergolong banyak. Bahkan disebutkan seluruh jenis ancaman bencana dimiliki jateng” papar Ida.
Kendati demikian, Ida menghimbau bahwa masyarakat hendaknya tak cemas berlebihan mengetahui data tersebut. Sebaliknya, masyarakat perlu membangkitkan sikap siaga dan pengetahuan terkait penanggulangan dan pertahanan diri.
“Tak perlu terlalu cemas. Sebaliknya kembangkan pengetahuan tentang penanggulangan kebencanaan agar siaga. Siaga dan cemas tentu berbeda, karena cemas tak berujung pada solusi” himbau Ida.
Lebih lanjut, Ida menjelaskan bahwa penanggulangan bencana menjadi urusan dan tanggung jawab bersama. Tak hanya pemerintah dan sektor swasta, melainkan masyarakat dari kelompok terkecil yakni keluarga. Upaya kolaborasi antar ketiga pihak tersebut pada pra, saat, dan pasca bencana dapat memimalisir korban nyawa maupun benda.
“Penanggulangan bencana ini menjadi urusan bersama, tak hanya pemerintah atau lembaga swasta. Masyarakat-pun perlu tutut andil. Jika kolaborasi ini berjalan baik, maka dapat meminimalisir korban nyawa dan benda” ujar Ida.
Menjadi narasumber dalam training, Ida tak hanya menyajikan data, dan rencana darurat bencana, melainkan juga beberapa teknis penanggulangan bencana seperti langkah dan perlengkapan darurat kebencanaan hingga spesifikasi rumah aman bencana kepada peserta.
Acara yang dihadiri oleh keluarga besar Relindo Kabupaten Semarang berlangsung lancar. Seluruh peserta tampak antusias menyimak dan berdiskusi dengan narasumber.