
Semarang – Sebanyak 11 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Provinsi Jawa Tengah diketahui hanya mampu menyetor 0,5 persen nilai deviden bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jateng. Presentase tersebut setara dengan 600 miliar lebih dari total nilai aset daerah, yakni 126 Triliun Rupiah.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Agung Budi Margono, S.T., M.T. mengungkpakan bahwa angka tersebut tentunya belum proporsional. Terlebih ia menuturkan bahwa BUMD yang berada dalam kategori sehat hanya bergerak di bidang keuangan dan asuransi. Diantaranya Bank Jateng, Jamkrida dan BPR/BKK.
Sementara itu, BUMD non-keuangan dan asuransi, yang bergerak di bidang jasa dan produksi, energi, agro, pariwisata, air bersih, infrastruktur dan lainnya masih mengalami tantangan serta kerumitan tersendiri.
Oleh karena itu, Agung BM mendorong Pemprov untuk melakukan pembenahan kinerja dan tata kelola BUMD. Hal tersebut dimaksudkan agar tercipta daya saing yang tinggi baik secara nasional maupun internasional sehingga mampu menghasilkan laba serta memberikan dividen untuk Pemprov Jateng.
“Harus fokus digarap hingga BUMD memiliki segmen yang jelas, Jangan aneka usaha semua digarap akan semakin merumitkan, karena BUMD memiliki potensi kontribusi pendapatan. Ini penting. Bahkan kami telah berupaya ikut melakukan penataan BUMD,” ujar Agung BM.
Sejalan dengan pernyataannya, Agung BM menyampaikan upaya yang dapat dilakukan oleh DPRD diantaranya terus mendorong dan menginisiasi Perda dengan pola Holdingisasi seperti PT Jateng Petro Energi (JPEN) (Perseroda) yang merupakan BUMD Holding Migas dan Energi.
Lebih lanjut, Agung juga meminta agar tata kelola BUMD jangan hanya berfokus pada pasar skala kecil (lokal), melainkan berfokus juga pada ekspansi yang menyesuaikan era digitalisasi. Dengan begitu, dividennya tidak ada lagi di bawah Rp1 miliar.
Selain itu, BUMD perlu melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi, dan melakukan diversifikasi usaha guna menghasilkan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat baik domestik maupun internasional.
“Saya berharap BUMD dapat menunjukan kinerja yang semakin baik, sehingga berdampak positif terhadap raihan laba perusahaan. Karena kami harapkan BUMD bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah demi mencapai kesejahteraan rakyat,” Pungkas Agung BM.