
Salatiga – Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, M.Pd. menegaskan peran penting perempuan dalam percaturan politik, pembangunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut Ia sampaikan saat menjadi salah satu narasumber Locus Intelektual Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Edisi Ke-4 pada Kamis (14/12/2023)
Diskusi yang berfokus pada peran perempuan dalam politik menjelang tahun 2024 tersebut dibuka oleh Koordinator Locus Intelektual, Prof. Dr. Mukti Ali, M.Hum. Prof. Mukti menyampaikan bahwa pembahasan terkait peran perempuan dalam konteks politik menjadi penting lantaran seringkali dikesampingkan dan belum menjadi fokus utama. Dirinya berharap agar semangat feminis dapat menjadi lebih dari sekadar slogan dan mengajak masyarakat untuk menerapkannya.
Dalam kesempatan tersebut, Ida mengajak peserta mengenali peran perempuan sejak zaman Rasul hingga dalam pembangunan bangsa. Ida menekankan bahwa perempuan harus menyadari peran pentingnya dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk politik.
“Perempuan selalu punya peran penting dalam semua aspek kehidupan. Dari tataran keluarga, sosial-masyarakat, politik, hingga pembangunan bangsa bahkan dari zaman Rasul Muhammad SAW” Jelas Ida.
Menyambut Hari Ibu, Hj. Ida Nurul Farida mencitraikan sosok “ibu bumi” sebagai ibu sejati yang perlu dijaga. Ida menekankan pentingnya memilih pemimpin yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dalam politik 2024.
“Di atas demokrasi, semua mendapatkan kesempatan yang sama. Untuk itu pilihan ada di tangan masyarakat. Harapannya masyarakat dapat memberikan pilihan kepada pemipin yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan untuk kesejahteraan masyarakat baik saat ini maupun generasi yang akan datang” Ujar Ida.
Narasumber kedua, Dr. Eny Rahmawati, M.Pd, Kabid Pendidikan Kegaman dan Sosbud Forhati Jateng, menyoroti peran forum intelektual dalam meningkatkan pemahaman peran wanita dalam literasi politik.
Sementara itu, Narasumber ketiga Dr. Rahmawati, menekankan bahwa dalam politik, perempuan harus berani mengemukakan gagasan agar kebijakan yang dihasilkan calon pemimpin dapat berpengaruh positif pada kaum perempuan.