
Sleman – Pemenuhan kebutuhan air untuk masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab Pemerintah. Suplai air yang cukup menjamin kesejahteraan masyarakat dan mendukung perkembangan perekonomian. Karena itu perlu ada konsep bersama mengenai pemenuhi sarana air bersih kepada masyarakat.
Dalam memimpin kunjungan ke Sekretariat Bersama (Sekber) dari Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul (Kartamantul), Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hadi Santoso, S.T., M.Si. menjelaskan bahwa ketersediaan air saat ini bukan hanya ditujukan untuk masyarakat umum. Lebih dari itu, suplai air yang cukup juga dibutuhkan oleh seluruh industri yang sedang berkembang di Jawa Tengah.
Hadi mencontohkan adanya kawasan industri di kawasan Kendal, Ungaran, Kota Semarang dan Purwodadi (Kedungsepur). Kawasan itu butuh dukungan air bersih yang sangat besar.
“Kami ingin mendapatkan masukan perihal pengembangan infrastruktur dalam pemenuhan air di Provinsi Yogyakarta ini. Terlebih Jogja sudah memiliki sekretariat bersama dari Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul. Bagaimana sekber ini memiliki konsep dari pemenuhan air bersih. Hasil ini akan memperkuat Raperda SPAM yang tengah kami bahas,” ucap Hadi saat memimpin rombongan di Kantor Sekber Kartamantul (Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul), Rabu (13/12/2023).
Sementara itu, Asisten Bidang Administrasi dan Keuangan Sekber Kartamantul Elyana Wiwik Setyanti menjelaskan, lembaga ini dibentuk dalam bidang pembangunan beberapa sektor sarana dan prasana yang meliputi persampahan, penanganan limbah air, ketersediaan air bersih, jalan, transportasi, dan drainase.
“Awal Sekber Kartamantul dibentuk adalah dengan adanya peningkatan kebutuhan masyarakat maka diawali dengan kesepakatan bersama penyelenggaraan SPAM Kartamantul DIY pada 26 September 2017. Perjanian kerja sama pada 26 September 2017, Perjanian kerja sama Penyelenggaraan SPAM Kartamantul DIY pada tanggal 26 September 2017, Perjanian kerja sama pemanfaatan SPAM. Kartamantul DIY pada 2 Oktober 2017 dan Perjanjian kerja sama jual beli air bersih,” jelas Elyanna.
Menambahkan, anggota Komisi D Masfui Masduki menanyakan terkait manajemen Kartamantul. Direktur PDAB Tirta Tama DIY Igus Winiar menjelaskan untuk pengelolaan manajemen dikelola oleh masing-masing PDAB dan PDAM di wilayahnya Adapun Sekber Kartamantul sifatnya koordinasi dan fasilitasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Hadi mengaku optimis bahwa Provinsi Jawa Tengah bisa mengadaptasi sistem pemenuhan air bersih. Sehingga nantinya penanganan kekeringan dan kebetuhan air bersih dapat dilakukan lintas kabupaten/ kota.
“Kami, Komisi D tengah meramu Raperda SPAM, dan kini studi banding ke Sekber Kartamantul. Saya Optimis Jateng dapat mengadaptasi sistem pemenuhan air bersih yang baik seperti di Jogja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat” Tutup Hadi.