
Semarang – Jelang libur natal dan tahun baru (nataru), harga bahan pangan diprediksi melambung tinggi hingga 75%. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKPPI), Abdullah Mansuri.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah menyebut terdapat empat bahan pokok yang perlu diwaspadai, yakni cabai merah, telur, daging, dan minyak goreng. Beberapa harga bahan pokok tersebut memang tak kunjung turun dalam beberapa waktu terakhir. IKPPI menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi lantaran minimnya angka produksi.
Meski belum ada permintaan yang signifikan, namun Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setia Budi Wibowo menegaskan perlu adanya tindakan antisipasi dari Pemerintah.
“Memang belum ada permintaan yang signifikan, tetapi antisipasi tetap perlu dilakukan oleh Pemerintah untuk menghindari lonjakan harga di pasar” tegas Wibowo.
Wibowo mendorong Disperindag provinsi dan daerah untuk melakukan pemantauan langsung ke lapangan guna memantau kenaikan harga bahan pokok yang diwaspadai.
“Harapannya Disperindag segera turun tangan memantau harga di lapangan, melakukan sidak” ujar Wibowo.
Lebih lanjut, Wibowo juga menyampaikan pentingnya antisipasi penimbunan bahan pokok jelang nataru. Pihaknya berharap Satgas terkait di Polda Jateng dapat memaksimalkan upaya pengawasan distribusi demi menjamin stabilitas harga pasar.
“Peran Polda juga sangat penting untuk mengawasi distribusi agar tak ada kasus penimbunan oleh oknum” lanjut Wibowo.
Sementara itu, daya beli masyarakat terhadap bahan pokok seperti cabai semakin melesu lantaran harga yang tak kunjung turun dalam dua bulan terakhir. Pembeli mengaku harus mengurangi stok barang dagangnya karena berpotensi membusuk sehingga tak dapat dijual.